Kompas.com - 05/02/2014, 15:32 WIB
Tessi, orang utan kiriman KBS saat bermain-main di dalam kandang di taman satwa Mirah Fantasi Banyuwangi Rabu (05/02/2014) KOMPAS.com / IRA RACHMAWATITessi, orang utan kiriman KBS saat bermain-main di dalam kandang di taman satwa Mirah Fantasi Banyuwangi Rabu (05/02/2014)
|
EditorFarid Assifa

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Seekor orangutan kiriman Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjalani program diet di Banyuwangi karena berat badannya melebihi standar kesehatan hewan. Saat tiba di Banyuwangi Juni 2013 lalu, bobot badan orangutan yang diberi nama Tessi ini 90 kilogram, padahal seharusnya 70 kilogram.

"Tessi, ayo naik ke tali. Pintar," teriak lelaki separuh baya sambil mendorong ban bekas yang diikat di kandang orangutan di Taman Satwa Mirah Fantasia. Tessi menuruti perintah Heri Hermansyah, penjaga satwa yang telah mendampinginya lebih kurang 9 bulan. Dia dengan pelan naik dan bergelayut sambil memainkan ban bekas yang menggantung di sampingnya.

"Saat pertama kali masuk ke sini, Tessi hanya diam saja. Tidak mau bergerak. Diajak jalan-jalan susah. Cenderung menolak. Berat badannya juga over mencapai 90 kilogram, padahal untuk tinggi 1,5 meter seharusnya berat badannya 70 kilogram," jelas Herry kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2014).

Dia menuturkan, mengajak Tessi bermain-main merupakan rutinitas yang harus dilakukannya agar hewan berusia 15 tahun ini bergerak untuk menjalani program diet. "Berat badan 90 kilogram akan membuat Tessi mudah sakit. Bahkan sempat terdengar selentingan kalau Tessi sudah mati. Padahal enggak. Dia sehat di sini. Bahkan berat badannya juga sudah mulai normal mendekati angka 70 kilogram," jelas Heri.

"Kami menduga saat di Surabaya, dia jarang bergerak dan makan apa saja, termasuk yang diberikan pengunjung. Maklumlah, kandangnya di sana kan kecil, sedang di sini luas. Dia bisa bermain-main bebas termasuk jalan-jalan keluar kandang setiap hari Sabtu dan Minggu. Saya tahu persis karena sebelum dipindah ke Banyuwangi saya observasi dengan Tessi satu bulan di Surabaya," jelasnya.

Menurut Heri yang merawat binatang sejak tahun 1986, ia banyak menemukan kasus-kasus orangutan yang kelebihan berat badan karena diberi makan mi instan. "Ada kesan kalau orangutan gendut akan semakin lucu. Padahal sama seperti manusia, kalau gendut maka akan banyak penyakit di tubuhnya. Untuk Tessi, saya tidak tahu apa yang dikonsumsinya sebelum dipindah ke sini. Tapi khusus di sini, kami benar-benar memperhatikan pola makan Tessi," jelasnya.

Dijelaskannya, untuk mengurangi berat badan, Tessi mengikuti diet khusus dan hanya mendapatkan jatah makan sehari satu sampai dua kali setiap jam 4 sore. Jenis makanannya berupa buah-buahan seperti apel, buah pir, pepaya, pisang, sirsak, salak, dan beberapa buah lainnya dengan berat 1 kilogram per hari.

"Untuk camilannya kami memberikan singkong rebus dan juga buah sukun. Tentu dengan jumlah yang terbatas. Termasuk memberikan vitamin jenis curcuma yang biasa dikonsumsi anak-anak seminggu sekali," jelasnya.

Selain itu, petugas di Taman Satwa Mirah Fantasia juga mengawasi pengunjung yang datang dan melarang memberikan makanan atau barang apa pun kepada seluruh hewan di sini. Ia menceritakan, saat tahun baru kemarin, dirinya sempat mengetahui seorang pengunjung memberikan sebatang rokok kepada Tessi.

"Saya sempat marah karena melihat Tessi asyik mengisap rokok yang diberikan oleh pengunjung. Saat itu saya langsung mengambil rokok dan memperketat pengawasan kepada pengunjung," ungkapnya.

Selain Tessi, masih ada 3 orangutan yang menghuni taman satwa yang ada di Kelurahan Lateng, Kecamatan Kota, Kabupaten Banyuwangi, itu. Mereka adalah Valen, Sonia, dan Lucki. "Kami masih berusaha untuk mengawinkan Sonia dan Lucki. Mereka masing-masing berumur 10 dan 12 tahun. Sedangkan Valen sendiri masih berusia 5 tahun berjenis kelamin jantan. Rencananya jika perkawinan antara Sonia dan Lucki berhasil, nanti Tessi juga akan dikawinkan dengan Lucki. Tapi masih butuh proses," katanya.

Manager Operasional Mirah Fantasia Gede Budiasa juga mengatakan, pihaknya selalu berusaha menjaga agar satwa di taman satwa tersebut sehat. Karena itu, kandang satwa juga didesain semirip mungkin dengan alam liar habitat mereka.

"Untuk kandang Tessi ukurannya paling luas dibandingkan yang lain yaitu 6 x 8 x 6 meter. Harapannya ya agar Tessi bisa bergerak lebih leluasa," ungkapnya.

Tessi merupakan salah satu orangutan kiriman Kebun Binatang Surabaya. Selain Tessi, total sekitar 70-an binatang lainnya seperti gajah sumatra, kambing gunung, kuda nil, sitatunga, burung pecuk kepala hitam, orang utan, jalak bali, bekantan, pelikan, dan beberapa binatang kondisi kesehatannya semakin membaik dibandingkan saat pertama kali tiba di Banyuwangi 5 Juni 2013 silam. Bahkan kambing gunung beranak pada bulan September lalu dengan proses perkembangbiakan alami di kompleks taman satwa yang mempunyai luas 7 hektar tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X