Kompas.com - 04/02/2014, 06:55 WIB
Para pengendara kendaraan bermotor berusaha menghindari jalan yang berlubang  di jalan Pantura , tepatnya di Desa Katonsari Demak, Jawa Tengah. Gambar diambil pada Senin (3/2/2014) KOMPAS.com/ARI WIDODOPara pengendara kendaraan bermotor berusaha menghindari jalan yang berlubang di jalan Pantura , tepatnya di Desa Katonsari Demak, Jawa Tengah. Gambar diambil pada Senin (3/2/2014)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
DEMAK, KOMPAS.com — Kerusakan jalur pantura Demak yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Kudus di Jawa Tengah, satu bulan terakhir, ini terpantau kian parah. Setelah berminggu-minggu dilanda hujan, jalan utama tersebut rusak berlubang dengan diameter bervariasi, mulai dari 25 hingga 100 sentimeter.

Lubang-lubang yang tergenang sampai ke permukaan sering kali mengecoh para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Mereka sering terperosok karena tidak menduga dalam genangan air tersebut ada lubang yang menganga.

Kondisi jalan yang sudah rusak sebagai dampak dari anomali cuaca ini juga diperparah oleh beban muatan kendaraan pengangkut yang sering kali memuat beban melebihi tonase nomal. Akibatnya, selain berlubang, jalan juga jadi bergelombang karena tidak kuat menahan berat angkutan.

Menurut Sunari, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Demak, akses jalan nasional yang rusak parah akan berdampak pada roda perekonomian rakyat. Pasalnya, biaya transportasi pastinya akan menjadi naik. Para pengusaha angkutan sering kali harus melakukan servis ekstra untuk kendaraannya.

Dapat dipastikan, kata Sunari, setelah angkutan darat melewati jalan rusak, kendaraannya akan mengalami gangguan, baik ringan maupun berat. Selain itu, dengan kondisi jalan yang memprihatinkan, para awak transportasi juga enggan melakukan perjalanan jarak jauh.

"Jika jalan rusak dibiarkan saja oleh Bina Marga, maka akan terjadi rawan kecelakaan dan kemacetan karena angkutan tidak berani berjalan kencang sebab harus menghindari lubang-lubang yang bertebaran di sepanjang jalur pantura," kata Sunari.

Sebagai jalur nasional, kondisi jalan pantura memang selalu menjadi sorotan utama. Banyak usulan dan imbauan agar perbaikan segera dilakukan di ruas jalan itu sebelum terjadi kerugian lebih besar lagi. "Perbaikan jalur pantura lebih baik dengan pembetonan. Kalau hotmix, setiap tahun pasti rusak lagi," imbau Sunari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X