Kompas.com - 03/02/2014, 17:33 WIB
Cepi Hendriansyah (tengah), siswa SMP yang disuruh keluar gara-gara salah menyimpan sepatu di sekolah saat ditemui di rumahnya, Senin (3/2/2014). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHACepi Hendriansyah (tengah), siswa SMP yang disuruh keluar gara-gara salah menyimpan sepatu di sekolah saat ditemui di rumahnya, Senin (3/2/2014).
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Cepi Herdiansyah (15), siswa kelas VIII SMP YPI Al Huda, Kota Tasikmalaya asal Nagrog, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dipindah sepihak oleh sekolahnya gara-gara salah menyimpan sepatu. Kedua orangtuanya dipanggil pihak sekolah dan langsung diberikan surat pindah.

Menurut Cepi, kejadian berawal saat ia bersama semua murid shalat duha berjemaah di masjid sekolah, Rabu (29/1/2014). Semua siswa diwajibkan sekolah untuk menyimpan sepatu di rak khusus dekat masjid. Sebelum shalat, ia mengaku menyimpan sepatunya di rak sesuai aturan.

"Sesudah shalat, sepatu saya ada yang memindahkan ke tangga masjid. Saya pun dipanggil guru dan sepatu saya ditahan sehari karena dianggap melanggar aturan. Tapi sepatu dipindahkan bukan sama saya," jelas Cepi saat ditemui di rumahnya, Senin (3/2/2014).

Sehari setelah kejadian, orangtua Cepi, Enok (48), mengaku langsung memenuhi panggilan pihak sekolah. Ia pun menanyakan kesalahan anaknya kepada salah seorang guru sekolah setempat. Namun, alasan pihak sekolah dianggap tak masuk akal, anaknya dikeluarkan hanya gara-gara salah menyimpan sepatu.

"Saya tak terima anak saya dikeluarkan dari sekolah gara-gara salah menyimpan sepatu di sekolah," kata Enok sembari wajahnya memerah dan meneteskan air mata di hadapan para wartawan.

Sementara itu, pihak sekolah membantah kalau memindahkan Cepi hanya gara-gara salah menyimpan sepatu di sekolah. Sesuai catatan sekolah, Cepi pun diketahui selalu membolos dari kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan sekolah.

"Jadi dipindahkan Cepi ini bukan hanya karena salah menyimpan sepatu, soalnya murid ini juga sering bolos Iqro, salah satu ekstrakurikuler di sekolah ini," kata Aji, salah seorang guru di sekolah tersebut.

Wali kelas Cepi, Wiwin Yulianti, menambahkan, pemindahan muridnya karena bersikap kasar terhadap seorang guru. Malahan, muridnya sempat memukul ketua OSIS di sekolahnya saat mengamuk kepada gurunya akibat sepatunya ditahan di sekolah.

"Ia pun langsung pulang tanpa sepatu waktu itu. Kalau sehari-harinya ia murid yang selalu sekolah setiap harinya. Cuma anaknya emosian saat ada 'tragedi' sepatu. Kalau sebelumnya biasa-biasa saja," ungkap Wiwin.

Sejak keluar dari sekolah itu, Cepi belum melanjutkan lagi sekolahnya. Malah ia sempat trauma melanjutkan sekolah. Sekarang, ia pun terpaksa membantu orangtuanya bekerja sebagai buruh bangunan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.