Kemendagri: Belum Pernah Ada Pembatalan Pelantikan Kepala Daerah

Kompas.com - 03/02/2014, 16:06 WIB
Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, salah sebut jumlah kunjungan Presiden ke Madura, saat menyampaikan sambutan di Kabupaten Sumenep, Rabu (4/12/2013). KOMPAS.com/TaufiqurrahmanSoekarwo, Gubernur Jawa Timur, salah sebut jumlah kunjungan Presiden ke Madura, saat menyampaikan sambutan di Kabupaten Sumenep, Rabu (4/12/2013).
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Didik Suprayitno mengatakan, pembatalan pelantikan kepala daerah belum pernah terjadi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Didik menanggapi permintaan kuasa hukum pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) agar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tidak melantik pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

"Belum pernah ada (pembatalan pelantikan). Tapi pelantikan itu kan yang menjadwalkan DPRD dalam suatu sidang," kata Didik di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (3/2/2014).

Didik mengatakan, pelantikan akan tetap dilakukan atas dasar putusan Mahkamah Konstitusi bahwa pasangan Karsa menang. Putusan itu bersifat final dan mengikat. Dengan demikian, pasca-putusan MK, tidak ada lagi proses hukum.

"Tapi silakan saja. Nanti kalau ada keadaan hukum baru mungkin saja," ucapnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Berkah meminta pasangan Karsa tidak dilantik pada 12 Februari atas dasar pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Menurut Akil, dalam sidang panel diputuskan kemenangan pasangan Berkah dengan putusan 2 banding 1. Akil masih ikut dalam sidang panel sebelum ditangkap KPK.

Pihak Berkah mempertanyakan perubahan keputusan tersebut dalam rapat pleno yang justru memenangkan pasangan Karsa. Menurut mereka, para hakim konstitusi yang tidak tergabung dalam rapat panel tidak mengetahui perkara.

"Bagaimana hakim lain bisa ikut memutus kalau tidak ikut persidangannya? Yang mengikuti kan yang panel, nih, yang tiga ini selalu ikut persidangan," kata Romulo Silaen, salah satu pengacara pasangan Berkah.

MK menolak seluruh gugatan yang diajukan pasangan Berkah. Dalam putusannya, MK menganggap pasangan Karsa sebagai incumbent tidak terbukti menggunakan APBD untuk kampanye, seperti program Jalin Kesra bantuan RTSM.

Selain itu, dalil bahwa pasangan Karsa melakukan penjegalan pasangan Berkah tidak terbukti dan tidak beralasan menurut hukum. Begitu pula terkait dalil tidak disosialisasikannya nama pemohon sebagai pasangan calon oleh KPU Jatim.

Terkait tudingan bahwa Karsa menggunakan dana bantuan sosial untuk kampanye, majelis hakim juga berpendapat tidak terbukti. Adapun terkait tudingan pelanggaran lainnya, majelis hakim menilai pasangan Berkah tidak bisa membuktikan telah terjadi pelanggaran yang bersifat sistematis, terstruktur, dan masif.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X