Kompas.com - 31/01/2014, 06:21 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Slogan "Yogyakarta City of Tolerance" dinilai belum sepenuhnya mampu diaplikasikan dalam dinamika kehidupan sosial di masyarakat. Akhir-akhir ini tindakan intoleransi dianggap semakin marak menodai kenyamanan Yogyakarta.

"Branding 'Yogyakarta City of Tolerance' dicetuskan sekitar 2002-2003-an, namun tampaknya kini tinggal slogan semata," ujar Subkhi Ridho, aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM), saat menjadi pembicara di acara Bincang Senja dengan tema "Masa Depan Keberagaman Yogyakarta" , Kamis (30/1/2014).

Berturut-turut sejak awal 2013, sebut Subkhi, terjadi berbagai aksi intoleransi di Yogyakarta. Ironisnya, aksi tersebut tidak mampu dibendung oleh pemerintah maupun pihak berwajib. Beberapa waktu lalu, sebut Subkhi memberikan contoh, bertebaran spanduk-spanduk anti-Syiah di berbagai sudut kota.

Spanduk tersebut, kata Subkhi, jelas merupakan bentuk teror bagi penganut syiah. Menurut dia, lagi-lagi pemerintah seakan menutup mata dan tak menindak tegas dengan melakukan penertiban. "Alasannya karena belum ada aduan dari masyarakat. Jelas bentuk teror, tapi tidak ditertibkan. Lantas di manakah branding 'Yogyakarta City of Tolerance'?" ujar dia.

Subkhi berharap pemerintah dan pihak berwajib tidak membiarkan dan bertindak ketika ada aksi yang menjurus ke intoleransi. Hal itu demi menjaga toleransi di Yogyakarta.

Direktur Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) Hairus Salim menuturkan, tindakan intoleransi sudah terjadi di Yogyakarta sejak satu dekade lalu. Salah satu bentuknya, sebut dia, sekitar 10 tahun lalu beredar peringatan agar orangtua tidak menyekolahkan anaknya ke sekolah Kristen atau Katolik.

"Tiga tahun ini mulai muncul intoleransi dengan bentuk kos-kosan khusus muslim," ujar Hairus. Kondisi ini, kata dia, diperparah dengan munculnya beberapa mal yang menjadikan kota ini tak lagi village, tetapi menjadi kota urban yang menurut dia mengikis jati diri Yogyakarta. "Bisa jadi jika tidak segera disikapi, Yogyakarta bukan lagi 'City of Tolerance', tapi 'Lost City'," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X