Desak Rektor UMK Mundur, Mahasiswa Rusak Kampus

Kompas.com - 29/01/2014, 19:59 WIB
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) berunjukrasa menuntut rektornya mundur karena dianggap korupsi dana kampus. KOMPAS.Com/ Kiki Andi PatiMahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) berunjukrasa menuntut rektornya mundur karena dianggap korupsi dana kampus.
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com - Unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (29/1/2014) berujung bentrok saat mereka menuntut rektor kampus tersebut mundur.

Bentrokan berawal saat mahasiswa berupaya menyegel kantor rektorat, namun dihalangi mahasiswa lain dan beberapa orang tak dikenal yang diduga pendukung Rektor UMK, Dr Rivai Noor. Akibatnya, seorang mahasiswa terkena pukulan salah seorang pendukung rektor.

Tak terima rekannya dipukul, pendemo lainnya mengamuk dan melempari kaca jendela rektorat hingga pecah.

Aksi mahasiswa merupakan aksi lanjutan yang menuntut pengunduran Rektor UMK, menyusul keluarnya hasil audit yang dilakukan PP Muhammadiyah serta catatan harian pelanggaran rektor.

Firman, salah seorang mahasiswa menyatakan, Rektor UMK harus mundur karena telah terindikasi melakukan korupsi dana kampus. “Sebenarnya sudah sering kami suarakan dugaan korupsi rektor. Kami punya data anggaran yang dikantongi rektor sebesar Rp 450 juta dari Rp 2 miliar dana kampus yang tersimpan di Bank Muamalat,” ungkap Kamaruddin di halaman kampus UMK.

Dijelaskannya, BPH UMK juga menemukan adanya indikasi korupsi pembangunan gedung C UMK serta proses tender. “Rektor malah menunjuk langsung CV Fadli Utama yang merupakan perusahaan milik adiknya,” terang Firman.

Menurutnya, rektor merasa terancam dengan laporan dugaan korupsi tersebut, sehingga 17 mahasiswa yang sering melakukan aksi unjuk rasa diberikan sanksi skorsing dan dikeluarkan dari kampus.

“Tindakan senat dengan menskorsing dan mengeluarkan mahasiswa yang sering menuntut dugaan korupsi rektor sangat tidak berdasar, dan tindakan sewenang-wenangan rektor,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa staf rektorat mencoba untuk melakukan mediasi. Pihak rektorat yang coba dikonfirmasi terkait masalah tersebut belum bisa memberikan keterangan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan'

"Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan"

Regional
Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidorajo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidorajo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Regional
Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Regional
Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Regional
Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Regional
Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Regional
Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Regional
Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 10 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 10 Juli 2020

Regional
Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Regional
Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Regional
Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

Regional
RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

Regional
Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X