5 Hari Wakil dan Wali Kota Surabaya Tak Bertemu, Ini Komentar PDI-P

Kompas.com - 29/01/2014, 18:19 WIB
Tamu undangan memberi selamat kepada Wakil walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana. KOMPAS.com/Achmad FaizalTamu undangan memberi selamat kepada Wakil walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Belum bertemunya Wakil Wali Kota Wisnu Surabaya, Sakti Buana dengan Wali Kota Tri Rismaharini hingga lima hari pasca-pelantikan menimbulkan kesan tidak akur di antara keduanya. Namun kondisi itu dibantah DPC PDI-P Surabaya.

Wakil Ketua DPC PDI-P Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan, penyebab tidak bertemunya Wisnu dengan Risma karena wali kota sedang sakit dan tidak bisa diganggu.

"Jika bu Risma sudah sembuh dan sehat. Pak Wisnu pasti akan menemui," katanya, Rabu (29/1/2014).

Risma dan Wisnu, kata Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini, sudah menjalin hubungan baik sejak lama. Dia yakin visi dan misi mereka sama. "Wisnu sendiri pernah menjadi ketua tim pemenangan Risma-Bambang pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada 2010 lalu," tegasnya.

Seperti diberitakan, hampir lima hari setelah dilantik pada Jumat (24/1/2014) lalu, sampai hari ini Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana belum aktif bekerja. Alasannya, dia belum bertemu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang sampai saat ini masih dikabarkan terbaring sakit.

Wisnu yang sebelumnya menjabat wakil ketua DPRD Surabaya itu menggantikan posisi Bambang Dwi Hartono yang mundur untuk maju pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim 2013 lalu. Wisnu dipilih dalam forum paripurna anggota DPRD Surabaya yang sempat alot karena tarik ulur kepentingan politik di internal DPRD Surabaya, November 2013 lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X