Kompas.com - 28/01/2014, 19:39 WIB
Kepala Polresta KPPP Pelabuhan bersama LSM pemerhati perempuan meninjau sel Polsekta Wajo yang merupakan tempat diperkosanya tahanan wanita. KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Polresta KPPP Pelabuhan bersama LSM pemerhati perempuan meninjau sel Polsekta Wajo yang merupakan tempat diperkosanya tahanan wanita.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Anggota Polsekta Wajo akan menuntut tahanan perempuan berinisial Har (24) setelah difitnah melakukan pencabulan. Sebelumnya, Har mengaku dicabuli oleh oknum polisi setelah dirinya diperkosa oleh tahanan pria di dalam sel.

Kepala Polresta KPPP Pelabuhan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wisnu Budhayya kepada wartawan, Selasa (28/1/2014) mengatakan, sejumlah anggota Polsekta Wajo meminta izin kepada dirinya untuk menuntut Har yang telah melakukan fitnah tentang pencabulan itu. Hanya saja, Wisnu belum memberikan izin lantaran menuntaskan kasus dugaan perkosaan yang telah dilaporkan Har.

"Secara pribadi, anggota Polsekta Wajo ingin menuntut Har yang telah menuding melakukan pencabulan. Tapi saya belum izinkan anggotaku, karena kasus dugaan perkosaan Har yang dilakukan tahanan pria, Nas dan Syah di dalam sel dituntaskan dulu," katanya.

Wisnu membantah tudingan Har adanya oknum anggota Polsekta Wajo telah melakukan pencabulan. Menurutnya, tudingan Har tidak mendasar dan tidak sesuai dengan fakta. Dia menuding, tudingan pencabulan itu hanya skenario saja untuk menakut-nakuti polisi dan membarter kasus pencurian yang dilakukannya.

"Har bilang dicabuli oleh oknum polisi di lantai dua setelah mengaku diperkosa oleh tahanan pria. Yang jelas, setelah Har meronta-ronta dan berteriak mengaku diperkosa, dia terus didampingi oleh bibinya yang juga ditahan karena menadah barang curian," beber Wisnu.

"Saat dikeluarkan dari sel, Har tidak pernah dibawa ke lantai dua dan hanya ditenangkan di lantai satu bagian penjagaan. Disitu banyak polisi dan ada juga dua orang pembesuk yang melihat. Selanjutnya, Har dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan," jelasnya.

Wisnu juga membantah, selama di sel, Har pernah disiksa dan diikat oleh tahanan pria. Menurutnya, terdapat 8 orang tahanan tidak pernah melihat Har diikat dan disiksa oleh Nas.

"Dari hasil pemeriksaan semua tahanan, tidak ada yang menyebutkan Har disiksa dan diikat," tegasnya. Termasuk laporan Har diperkosa, lanjut Wisnu, tidak ada yang bukti-bukti kekerasan. Pengakuan Har diperkosa pun mendapat bantahan dari tersangka Nas dan Syah. Menurut Nas dan Syah, mereka melakukan persetubuhan di dalam sel tanpa paksaan.

"Kalau diperkosa, ada bukti berupa tindak kekerasan. Selain itu, tidak ada teriakan dari Har saat diperkosa yang bersamaan dengan jam besuk tahanan. Delapan orang tahanan yang menjadi saksi tidak ada yang menyebutkan Har diperkosa," tambahnya.

Sebelumnya telah diberitakan, tahanan perempuan berinisial Har melaporkan telah diperkosa oleh tahanan lainnya berinisial Nas dibantu rekannya, Syah dan Bach di dalam sel, Jumat (19/1/2014) sekitar pukul 16.30 Wita. Kasus ini terungkap ketika orangtuanya datang membesuk tahanan dan korban berteriak-teriak mengaku diperkosa.

Dalam kejadian itu, polisi membantah adanya unsur perkosaan dan tidak ada usur paksaan. Persetubuhan antartahanan terjadi karena didasari atas suka sama suka, dan kasus ini masih didalami. Atas kejadian itu, Har mengalami syok dan harus dibantar ke RS Bhayangkara Makassar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.