Dirut KBS: 84 Satwa Tidak Sehat, Wajar jika Tiba-tiba Mati

Kompas.com - 28/01/2014, 18:08 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak 84 dari sekitar 3.000 ekor satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) saat ini dalam kondisi mengenaskan. Selain usianya sudah tua, hewan-hewan tersebut dalam kondisi sakit, bahkan cacat.

Karena itu, publik diminta memaklumi jika dalam waktu dekat akan ada hewan KBS yang mati. Penegasan itu disampaikan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa KBS Ratna Achjuningrum menyikapi polemik yang timbul akibat banyaknya satwa KBS yang mati mendadak.

"Jadi, jangan kaget jika ada satwa KBS yang mati dalam waktu dekat karena prinsipnya semua makhluk hidup akan mati," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/1/2014).

Dari 84 satwa yang tidak sehat itu, 40 satwa di antaranya dalam kondisi parah dan terpaksa harus dilokalisasi dari kandang satwa lainnya, contohnya gajah betina yang berusia 24 tahun yang matanya sudah juling dan sebagian organnya sudah tidak berfungsi maksimal karena sudah tua. Selain itu, ada harimau putih yang berusia 16 tahun, yang lidahnya sudah tidak berfungsi normal untuk mengunyah.

"Selain sudah kurus, kaki belakangnya juga tidak normal sehingga jalannya sempoyongan," lanjut Ratna.

Selain itu, tercatat juga ada 33 ekor jenis burung yang sudah berusia tua, kondisinya sakit, serta cacat seperti merak biru dan puluhan ekor jalak bali. "Meski begitu, pihak KBS tetap melakukan perawatan dan pengawasan yang cukup serius agar satwa tersebut masih dapat hidup dengan layak dan nyaman," tambahnya.

Matinya hewan KBS akhir-akhir ini kerap mengundang polemik di tengah masyarakat. Ada pihak yang menganggap matinya hewan tersebut karena unsur kesengajaan. Bahkan, terakhir, polisi harus turun tangan untuk menyelidiki matinya singa jantan KBS dalam kondisi tidak wajar pada awal Januari lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.