Kompas.com - 24/01/2014, 23:05 WIB
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota meringkus komplotan pelaku penusukan polisi sekaligus gembong pencuri kendaraan bermotor (curanmor). Tiga tersangka diamankan bersama 18 motor hasil curian di beberapa lokasi berbeda. Dua tersangka di antaranya ditembak kakinya, karena mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

"Tiga tersangka ini adalah rekan dari pelaku penusukan anggota kami. Mereka adalah komplotan pencuri motor yang selalu beroperasi di wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya," jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota, AKBP Noffan Widyayoko saat jumpa pers, Jumat (24/1/2014) siang.

Ketiga tersangka ini berinisial WN, JH, dan AS. Mereka dalam aksinya memiliki peran yang berbeda. Mulai pemetik atau pelaku pencurian motor, penjual hasil curian, sampai penadah barang.

"Penangkapan mereka setelah mendapatkan keterangan dari DN, pelaku yang ditangkap setelah menusuk dan melawan petugas saat akan penangkapan," ujar Noffan.

Sebanyak 18 motor hasil curian yang disita, kata Noffan, dijemput di beberapa lokasi yang berbeda. Mulai dari daerah Tasikmalaya Selatan, Utara, sampai di daerah pegunungan perbatasan Tasik-Garut.

"Kami mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan motor untuk segera mengecek dengan membawa surat kendaraan ke Polres Tasikmalaya Kota. Untuk pengambilannya tak akan dipungut biaya. Ini juga ada dua orang pemilik yang mengambil langsung," tambah Noffan, sembari mengaku rekan pelaku penusukan yang melarikan diri bernama Iman alias Andri, sampai sekarang belum tertangkap dan masih dalam pengejaran.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, ditusuk seorang pengedar ganja saat akan penangkapan di Kampung Gandok, Desa Margamulya, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (19/1/2013) malam. Saat kejadian, kedua anggota sedang dalam penyamaran untuk menangkap pelaku.

Dua polisi itu adalah Brigpol Wawan dan Aiptu Hilman. Korban Hilman mengalami luka parah akibat sabetan dan tusukan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Sedangkan Wawan mengalami luka sayatan di bagian tangan kanannya.

Tersangka penusukan polisi berjumlah dua orang, yaitu Iman alias Andri dan Dadeng alias Deden. Dadeng, pelaku penusukan ditangkap setelah ditembak kakinya, sedangkan Iman masih dalam pengejaran. Dadeng pun setelah diselidiki diketahui terlibat puluhan kasus curanmor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.