Didalami, Hubungan Teroris Surabaya dengan Ledakan ATM Malang

Kompas.com - 21/01/2014, 16:52 WIB
Polisi berjaga di rumah terduga teroris di Jalan Tanah Merah Sayur I, Surabaya, Jawa Timur. SURYA/HAORRAHMANPolisi berjaga di rumah terduga teroris di Jalan Tanah Merah Sayur I, Surabaya, Jawa Timur.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, kepolisian masih mendalami keterkaitan kasus ledakan bom di sebuah bilik ATM di Jalan Kertanegara, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jatim, Kamis (9/1/2014) lalu, dengan ditangkapnya dua terduga teroris di Surabaya, Senin (20/1/2014).

"Kami masih belum sampai pada kesimpulan (ada keterkaitan atau tidak)," kata Boy di Mabes Polri, Selasa (21/1/2014).

Boy mengatakan, dari hasil penggeledahan di kontrakan salah satu terduga teroris, Abdul Majid (35), di Jalan Tanah Merah IV Sayur I, Nomor 17, Kedinding, Kenjeran, Surabaya, petugas menemukan bahan peledak dan dua buah bom rakitan.

Nantinya, temuan tersebut akan dicocokkan dengan sejumlah benda yang ditemukan pasca-ledakan ATM di Malang. "Kami sedang melakukan penelitian terhadap bahan material yang dikumpulkan dari bekas serpihan ledakan di boks ATM," katanya.

Sebelumnya diberitakan, selain Majid, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri juga menangkap seorang terduga teroris lainnya, yakni Isnaini Romadhoni alias Doni (30). Doni ditangkap di sebuah SPBU Jalan Raya Kedung Cuek, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Polisi kemudian menggeledah kontrakan Majid.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua buah bom rakitan, dua buah senjata tajam, tas ransel, sebuah bendera warna hitam, dan ponsel. Selain itu, ada juga timer digital, lampu 12 V, saklar, transmiter, multitester, lem besi, dan paku berukuran 5 sentimeter di dalam sebuah kantong plastik.

"Ada juga solder, kartu keluarga, korek api, sarung senjata tajam dari kayu, dan dompet berisi uang Rp 4,7 juta," kata Boy.

Dari keterangan sementara, keduanya berencana melancarkan aksinya terhadap dua pos polisi, yaitu Pos Polisi Keputih, Kenjeran, Surabaya, dan Pos Polisi Perak yang terletak di Jalan Jakarta, Surabaya.

Selain itu, para terduga teroris itu juga mengincar sejumlah tempat hiburan, seperti Dollar THR, Gang Dolly, Galaxy, yang terletak di Jalan Padegiling, Surabaya, dan tempat hiburan Collour di Sumatera, Surabaya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Regional
Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X