Cuaca Buruk, 10 Hari Nelayan Situbondo Tidak Melaut

Kompas.com - 20/01/2014, 23:15 WIB
|
EditorFarid Assifa
SITUBONDO, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem di Situbondo, Jawa Timur, yang mengakibatkan ombak besar hingga mencapai 4 meter lebih, menghantui sejumlah nelayan di Kabupaten  Situbondo. Bahkan, sejak dua pekan terakhir ini, para nelayan mengaku trauma untuk melaut. Mereka memilih menambatkan perahunya di bibir pantai, sebagian dari mereka mengisi waktu dengan memperbaiki perahu yang bocor dan jaring untuk menangkap ikan.

Di pelabuhan Kalbut, Desa Pencinan, Kecamatan Mangaran, ratusan perahu milik nelayan terlihat bersandar. Para nelayan juga hanya terlihat satu sampai dua orang, yang sesekali datang ke pelabuhan untuk menengok perahu mereka yang disandarkan.

“Sejak hari Rabu atau sepuluh hari lebih, warga sudah tidak melaut. Para nelayan takut karena anginnya sangat besar dan kadang-kadang terjadi hujan lebat yang datangnya tiba-tiba,” kata Rosidi, salah satu nelayan setempat.

Menurut Rosidi, cuaca ekstrem kali ini sudah cukup parah. Sebab di tengah lautan utara Kabupaten Situbondo, ombak besar telah mencapai ketinggian empat meter. Hal itulah yang membuat nelayan memilih untuk tidak melaut dan menghentikan sementara pencarian ikan.

“Kalau di pinggir, ombaknya memang dua meteran, tapi kalau di tengah laut sampai empat meter,” katanya.

Kehawatiran para nelayan juga dipicu oleh kejadian hilangnya tiga nelayan pekan lalu. Sehingga selama cuaca buruk masih berlangsung, mereka akan tetap memilih untuk menyandarkan perahunya dan tidak melaut.

Nelayan berharap cuaca buruk segera berakhir agar mereka bisa kembali melaut yang menjadi mata pencaharian paling utama. “Jelas tidak ada penghasilan, makanya kami harap cuacanya tidak tambah buruk dan cepat selesai,” harap Iskandar, seorang nelayan lain.

Petugas Kantor UPP Kelas III Kalbut (Syah Bandar), Azis Syamy mengatakan, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh nelayan serta pemilik kapal-kapal jasa angkutan agar tidak memaksakan untuk melaut karena cuaca masih buruk.

“Demi keselamatan manusia, kami sudah mengimbau kepada nelayan, perusahaan atau pemilik pribadi kapal angkutan jasa agar tidak melaut. Karena saat ini angin sangat kencang dan ombak cukup besar,” katanya.

Dijelaskan, informasi dari BMKG Pusat membenarkan bahwa keadaan cuaca di laut masih buruk. Hal ini tidak hanya terjadi di Situbondo, tetapi juga di sejumlah perairan lain di Indonesia.

“Ombak besar dan ini biasanya akan berlangsung hingga bulan Februari mendatang,” tukas Azis.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Marak Atraksi Topeng Monyet di Semarang, Satpol PP Gandeng Komunitas Pencinta Hewan

Regional
Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Dikritik Pukat UGM

Regional
30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

30 Nakes di Sorong Terpapar Covid-19, Rumah Sakit dan 3 Puskesmas Ditutup

Regional
'Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal'  

"Tiba-tiba Ada Mobil Oleng dan Menabrak Mereka, Istri Saya Langsung Meninggal"  

Regional
Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Detik-detik Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil Saat Gelar Tikar Duduk di Pinggir Jalan

Regional
Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Terobos IGD Covid-19 di Bali, WNA Ini Mengamuk dan Nyaris Pukul Dokter, Ini Penyebabnya

Regional
Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Diduga Kampanye Terselubung, Calon Bupati Petahana di Ogan Ilir Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Soal Dangdutan yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Ini Penjelasan Wali Kota ke Ganjar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X