Kompas.com - 20/01/2014, 20:21 WIB
Seorang dokter sedang menangani pasien korban banjir di Manado. Kompas.com/Ronny Adolof BuolSeorang dokter sedang menangani pasien korban banjir di Manado.
|
EditorFarid Assifa

MANADO, KOMPAS.com - Lima hari setelah banjir bandang menerjang Manado, warga yang menjadi korban mulai depresi. Mereka mengalami trauma berat akibat banjir bandang ini.

"Iya, mereka terlihat mulai depresi, dari raut wajah dan tutur bicaranya sangat terlihat jelas kalau mereka mengalami trauma dan tekanan," kata salah satu petugas medis, Stenly Pontolawokang kepada Kompas.com, Senin (20/1/2014).

Stenly yang bertugas di Pos Kesehatan yang didirikan di Kelurahan Wonasa Tenga, Kelurahan Singkil mengakui prihatin dengan kondisi korban banjir. Menurut dia, pemerintah harus segera memikirkan penanganan serius terhadap kejiwaan para korban bencana.

"Dapat dimaklumi kalau mereka depresi dan stres. Mereka kehilangan harta benda bahkan rumah mereka. Bencana itu menjadi sebuah trauma bagi kejiwaan mereka," tambah Stenly.

Banjir bandang yang menerjang 9 kecamatan di Kota Manado memang membawa dampak kerusakan yang sangat besar. Wali Kota Manado, Vicky Lumentut mengatakan, ada ratusan rumah yang hanyut terbawa banjir. Sementara sekitar 10.000 rumah lainnya rusak.

Ketika banjir telah surut, warga kehilangan harta benda mereka. Lumpur yang ditinggalkan di rumah pun sangat tebal. Di beberapa lokasi seperti di Ketang Baru, Kampung Ternate, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, endapan lumpur bahkan mencapai ketinggian satu meter. Di sana-sini bahkan hingga ke jalan raya, sampah yang terbawa banjir tampak menggunung. Perabotan berserakan di tepi jalan. Lumpur yang mulai mengering terlihat sulit dibersihkan, sementara pasokan air bersih sangat terbatas.

Depresi warga ditambah dengan tidak meratanya bantuan yang diberikan. Di satu lokasi, posko bencana telah dipenuhi dengan pasokan mi instan, sementara di wilayah lain masih banyak warga yang mengaku kesulitan mendapatkan makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami berharap pemerintah bisa membagi rata bantuan yang datang agar adil. Begitu juga dengan donatur, jangan cuma di lokasi-lokasi itu saja, kami juga menjadi korban," ujar Pengki, warga Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Minahasa. Desa Tateli termasuk salah satu daerah yang ikut diterjang banjir bandang. Selain puluhan rumah warga rusak parah, tiga orang ditemukan tewas tersapu banjir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X