Kompas.com - 20/01/2014, 16:01 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Makassar menilai, kantor polisi kini tak aman lagi untuk tahanan perempuan.

"Dengan adanya tahanan perempuan diperkosa dalam sel, itu menandakan bahwa kantor polisi tidak aman lagi. Padahal, seharusnya polisi harus memberikan rasa aman seperti motonya sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat," kata Direktur LBH APIK Makassar Rosmiati Sain kepada wartawan, Senin (20/1/2014).

Rosmiati sangat menyesalkan peristiwa perkosaan yang menimpa seorang tahanan perempuan di sel Polsekta Wajo. Menurutnya, aparat Polsekta Wajo telah lalai dalam melindungi tahanannya, khususnya perempuan. Terlebih lagi, tahanan perempuan berdekatan dengan sel pria yang hanya dipisahkan oleh tembok.

"Seharusnya, tahanan perempuan tidak ditempatkan di sel jika sekiraya lokasi yang ada dianggap kurang kondusif. Setidaknya ada pengamanan yang dilakukan oleh aparat Polsekta Wajo untuk menghindari hal-hal yang mengarah pada kekerasan terhadap perempuan atau juga dapat dilakukan di tempat lain. Contohnya, tahanan perempuan bisa ditempatkan di ruang-ruang kerja yang ada di Polsekta pada malam hari untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dengan adanya kejadian pemerkosaan tersebut, lanjut Rosmiati, aparat Polsekta Wajo telah melakukan tindakan yang tidak prosedural dalam melakukan pengamanan terhadap tahanan perempuan sehingga masyarakat akan menganggap kantor polisi bukan tempat yang aman bagi masyarakat, terutama perempuan.

Bahkan, Rosmiati menduga kemungkinan aparat juga memberikan ruang dengan membiarkan tahanan pria masuk ke sel perempuan.

"Atas kejadian itu, kami mendesak kepada Kapolresta KPPP Pelabuhan untuk menindak tegas Kapolsekta Wajo dan anggotanya yang tidak bertanggung jawab untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat," tuntut Rosmiati.

"Kami juga mendesak kepada Propam untuk melakukan penyidikan untuk mengungkap adanya unsur kesengajaan yang dilakukan aparat Polsekta Wajo, dan meminta Kapolri untuk memberikan perlindungan bagi tahanan yang ditahan di kantor polisi sebagai wujud komitmen memberikan perlindungan kepada perempuan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang tahanan perempuan melapor diperkosa oleh tahanan lainnya bernama Nas dibantu oleh rekannya, Syah dan Bach, di dalam sel, Jumat (19/1/2014) sekitar pukul 16.30 Wita. Kasus ini terungkap ketika orangtuanya datang membesuk tahanan dan korban berteriak-teriak mengaku diperkosa.

Dalam kejadian itu, polisi membantah adanya unsur pemerkosaan. Menurut polisi, persetubuhan antar-tahanan terjadi karena didasari suka sama suka, dan kasus ini masih didalami. Atas kejadian itu, korban mengalami shock dan harus dirawat di RS Bhayangkara, Makassar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.