Kementerian PU: Kaji Mendalam Wacana Sodetan Ciliwung-Cisadane

Kompas.com - 20/01/2014, 11:22 WIB
Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda kawasan Bidara Cina, Jakarta, Senin (13/1/2014). Hujan yang melanda Jakarta sejak Minggu pagi ditambah meluapnya sungai Ciliwung akibat banjir kiriman dari Bogor mengakibatkan sejumlah kawasan ini terendam banjir sejak Minggu malam. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESWarga beraktivitas di tengah banjir yang melanda kawasan Bidara Cina, Jakarta, Senin (13/1/2014). Hujan yang melanda Jakarta sejak Minggu pagi ditambah meluapnya sungai Ciliwung akibat banjir kiriman dari Bogor mengakibatkan sejumlah kawasan ini terendam banjir sejak Minggu malam. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
— Kementerian Pekerjaan Umum meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji lebih dalam terkait rencana membuat sodetan antara Sungai Ciliwung ruas Bogor, Jawa Barat, dan Sungai Cisadane, Tangerang, Banten. Menurut Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Hartanto, jangan sampai rencana tersebut merugikan salah satu pihak.

"Perlu dikaji lagi itu wacananya, karena rencana ini melibatkan dua provinsi," kata Hartanto kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (20/1/2014).

Hartanto mengatakan, tidak ada masalah apabila air dari Ciliwung dialihkan ke sungai lain di Jakarta. Namun, jika air dialirkan ke Tangerang, maka perlu komunikasi dengan berbagai pihak. Ia mengimbau pemimpin dua wilayah tersebut duduk bersama membicarakan konsep hingga masalah pembebasan lahan.

"Bicarakan bersama-sama bagaimana dampak dari sodetan tersebut, plus minusnya bagaimana, semua harus bisa dibicarakan. Menurut saya, yang terpenting sekarang peruntukan penegakan tata ruang," kata Hartanto.

Ia menjelaskan, jika wacana itu direalisasikan, jalur sodetan Ciliwung-Cisadane dimulai dari Kelurahan Ranggamekar, Katulampa, sampai Kelurahan Sukasari, Cisadane. Nantinya akan dibangun semacam terowongan dengan panjang sekitar 1 kilometer. Desain rute tersebut merupakan desain tahun 1997.

Menurut Hartanto, tak menutup kemungkinan terjadi perubahan rute sodetan. Sebab, penggunaan lahan saat ini dengan sejak pertama kali diwacanakan telah berbeda.

Sekadar informasi, hulu Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane sama-sama dari daerah di Jawa Barat. Ciliwung mengalir dari Bogor melintasi Depok, dan berakhir di Jakarta. Adapun Cisadane mengalir hingga berakhir di Tangerang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendorong pelaksanaan pembangunan sodetan Ciliwung-Cisadane segera direalisasikan. Pasalnya, sungai-sungai di Jakarta menanggung beban air berlebih dari area hulu. Oleh sebab itu, beban harus dikurangi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X