Tahanan Wanita Diperkosa di Sel, Kapolsekta Harus Tanggung Jawab

Kompas.com - 20/01/2014, 08:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAKASSAR, KOMPAS.com — Terkait kasus pemerkosaan yang dialami seorang tahanan wanita  24 tahun yang ditahan di dalam sel Mapolsekta Wajo, dipastikan sejumlah polisi yang bertugas di sana harus bertanggung jawab karena lalai dalam menjalankan tugas.

Pertanggungjawaban paling besar ada di pundak Kepala Polsekta Wajo, Komisaris Polisi (Kompol) Mushallah, beserta empat orang anggotanya. Penegasan ini disampaikan Kepala Polresta KPPP Pelabuhan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wisnu Budhayya.

Menurut Wisnu, Senin (20/1/2014), Kompol Mushalla dimintai pertanggungjawabannya terkait kasus pemerkosaan tahanan wanita dalam sel dan terancam dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsekta Wajo.

Demikian pula dengan empat orang anggota jaga yang lalai dalam menjalankan tugas akan dikenakan sanksi disiplin dan penundaan kenaikan pangkat.

"Ya, kita akan minta pertanggungjawabannya Kapolsekta Wajo. Begitu juga dengan anggota jaga, akan dikenakan sanksi disiplin dan penundaan kenaikan pangkat. Saya sudah berulang-ulang kali sampaikan, perhatikan tahanan karena ada kerawanan di sana, di mana tahanan pria dan tahanan wanita satu lokasi yang hanya dipisahkan dengan dinding tembok. Lengah, makanya terjadi kasus ini," kata Wisnu.

Demi mengantisipasi terjadinya kasus serupa, Wisnu langsung memindahkan semua tahanan wanita di wilayah kerjanya ke Markas Polsekta Soekarno-Hatta. "Jadi, ada tiga Polsekta di wilayah Polresta KPPP Pelabuhan, semua disatukan tahanan wanita di Polsekta Soetta. Jadi tidak ada lagi penggabungan, meski dipisahkan oleh dinding tembok," tandasnya.

Terkait kasus pemerkosaan tahanan wanita di dalam sel, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi, meminta Wisnu segera menuntaskan kasus pemerkosaan tahanan dalam sel secara terbuka kepada publik.

"Saya minta, Divisi Propam turun mengusut tuntas kasus ini segera. Hasil pengusutannya pun terbuka dan sampaikan ke publik melalui media," tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, tahanan wanita itu melapor diperkosa oleh tahanan lainnya bernama Nas dibantu oleh rekannya, Syah dan Bach, di dalam sel, Jumat (19/1/2014) sekitar pukul 16.30 Wita.

Kasus ini terungkap ketika orangtuanya datang membesuk ke tahanan dan korban berteriak-teriak mengaku diperkosa. Dalam kejadian itu, polisi membantah adanya unsur pemerkosaan dan tidak ada unsur paksaan.

Persetubuhan terjadi di antara sesama tahanan karena didasari suka sama suka dan kasus ini masih didalami. Atas kejadian itu, Melati mengalami syok dan harus diantar ke RS Bhayangkara Makassar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.