Pelabuhan Ketapang Pasang Pemindai Seharga Rp 15 M untuk "Terawang" Barang Terlarang

Kompas.com - 16/01/2014, 03:50 WIB
Suasana penyeberangan ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (21/12/2013). SURYA/WAHYU NURDIYANTOSuasana penyeberangan ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (21/12/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANYUWANGI, KOMPAS.com — Dalam waktu dekat Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan dipasangi pemindai berteknologi sinar X. Alat ini dipasang untuk mengantisipasi lalu lintas benda terlarang maupun berbahaya melalui pelabuhan tersebut.

"Alat seharga Rp 15 miliar ini lebih canggih dibandingkan alat yang saat ini ada di Pelabuhan Gilimanuk Bali," kata Kasubdit Pamwaster Dit Pamobvit Mabes Polri Kombes Pol M Seno Putro kepada Kompas.com, Rabu (15/1/2014).

Seno datang ke Banyuwangi untuk memeriksa rencana lokasi pemasangan alat itu. Dia memaparkan bila alat pemindai di Gilimanuk mengharuskan penumpang turun dari kendaraan yang ditumpanginya ketika pemeriksaan, maka di Banyuwangi nanti pemeriksaan tak mengharuskan penumpang turun.

"Lebih praktis karena alat X Ray tidak berbahaya bagi manusia," kata Seno. Menurut dia, peralatan ini mampu "menerawang" baja setebal 2 milimeter. Rencananya, alat tersebut akan dipasang di depan dan di belakang pintu masuk pelabuhan pada Februari 2014.

"Kendaraan yang hendak menuju Pulau Bali benar-benar bebas dari benda berbahaya seperti alat peledak dan narkoba", kata Seno. Peralatan ini pun, ujar dia, dirancang untuk bisa dijinjing untuk dipakai untuk pemeriksaan mendesak di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Pemeriksaan menggunakan peralatan ini, kata Seno, butuh waktu antara satu sampai dua menit untuk setiap kendaraan yang melintas. "Akan dipakai secara acak atau pada kendaraan yang dicurigai," sebut Seno.

Sementara itu, Manager Operasional Pelabuhan ASDP Ketapang Saharudin Kotto menjelaskan,  keberadaan alat ini akan memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang. "Para pengguna Pelabuhan Ketapang Banyuwangi akan merasa lebih aman dan tenang dengan adanya alat tersebut," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saharudin mengatakan alat tersebut akan menjadi salah satu dari tiga peralatan serupa yang ada di Indonesia. Dia mengatakan selain di Ketapang, alat itu akan dipasang pula di Pelabuhan Lampung dan Bali. Bersamaan dengan penyiapan lokasi pemasangan, persiapan juga mencakup pelatihan untuk para calon operatornya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.