Maling Bobol Kampus, Brankas Berisi Rp 250 Juta Dibawa Kabur

Kompas.com - 14/01/2014, 13:29 WIB
Anggota kepolisian tengah melakukan penyelidikan dan  olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus pencurian di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Rijali Ambon, Maluku, Selasa (14/1/2014) KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYAnggota kepolisian tengah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus pencurian di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Rijali Ambon, Maluku, Selasa (14/1/2014)
|
EditorKistyarini

AMBON, KOMPAS.com — Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Rijai, Ambon, yang berlokasi di kawasan Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau, Ambon, disatroni pencuri. Pencurian diduga terjadi pada Senin malam (13/1/2014).

Pencuri yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang ini diduga melancarkan aksinya dengan cara memecah kaca bagian luar ruang perencanaan dan keuangan kampus. Kawanan itu kemudian membawa kabur brankas uang dan sejumlah barang berharga milik kampus.

Polisi yang mendapatkan laporan adanya insiden itu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kampus tersebut. Untuk kepentingan penyelidikan polisi juga memasang garis polisi di ruang keuangan yang dibobol maling tersebut.

Rektor IAIN Imam Rijali Ambon, Dr Hasbollah Toisuta, menjelaskan, kawanan pencuri itu membawa kabur brankas berisi uang tunai Rp 250 juta, dua unit komputer berisi data transaksi keuangan, serta beberapa dokumen lainnya.

“Sepertinya kejadian pencurian ini dilakukan tadi malam. Informasi dari bendahara brankas yang dicuri berisi uang tunai Rp 250 juta lebih dan nota keuangan kampus,” ungkap Hasbollah, Selasa (14/1/2014).

Hasbollah berharap polisi bisa mengungkap pencurian tersebut dan dalangnya. “Soal orang dalam, saya tidak mau berspekulasi. Kami serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi. Kami berharap para pelaku segera ditangkap,” harapnya.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKP Agung Tribawanto yang berada di lokasi kejadian mengatakan, hingga kini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Agung juga mengakui bahwa polisi telah memeriksa lima saksi dalam kasus tersebut.

“Kita sudah periksa bendaharanya, security, dan juga staf kampus. Jadi ada lima orang yang sudah kita mintai keterangan saat ini,” ungkapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Regional
Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Regional
Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Regional
Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Regional
Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

Regional
Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Regional
Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Regional
Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Regional
Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Regional
Sebarkan Kolase Foto Wapres dan 'Kakek Sugiono', Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan Kolase Foto Wapres dan "Kakek Sugiono", Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Regional
13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

Regional
Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Regional
33 Santri Positif Corona, Kota Tasikmalaya Siapkan RS Darurat di GOR

33 Santri Positif Corona, Kota Tasikmalaya Siapkan RS Darurat di GOR

Regional
Buka Lahan di Wilayah Sengketa, 4 Warga Timor Leste Diamankan Anggota TNI

Buka Lahan di Wilayah Sengketa, 4 Warga Timor Leste Diamankan Anggota TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X