Kompas.com - 10/01/2014, 15:25 WIB
Polisi membawa barang bukti uang yang dibawa lari pegawai BNI Manado. Pegawai itu membawa lari Rp7,7 miliar. Kompas.com/Ronny Adolof BuolPolisi membawa barang bukti uang yang dibawa lari pegawai BNI Manado. Pegawai itu membawa lari Rp7,7 miliar.
|
EditorFarid Assifa

MANADO, KOMPAS.com — Sebanyak tiga koper dan satu tas plastik berisi barang bukti uang yang dibawa lari pegawai BNI Manado, Jolly Ferry Mumek, diturunkan polisi dari sebuah mobil, Jumat (10/1/2014), sekitar pukul 13.30 Wita. Uang tersebut merupakan bagian dari Rp 7,7 miliar yang dibawa lari Jolly.

Barang bukti yang sudah disegel dengan police line tersebut kemudian dibawa masuk ke ruang Subdit III Tipiter Dirreskrimsus Polda Sulut tempat Jolly dan seorang rekannya sementara diperiksa.

Direktur Reskrim Umum Polda Sulut Kombes Jeffry Lasut belum bisa memastikan berapa jumlah uang yang disita polisi karena belum dihitung. Dari pantauan Kompas.com, terlihat dua unit mesin penghitung uang sudah dibawa oleh pihak BNI Manado ke dalam ruangan pemeriksaan.

Jolly bersama seorang rekan lainnya, Johny Paat, dibekuk Tim Khusus (Timsus) Polda Sulut di Perumahan Tamara, Kecamatan Mapanget, Manado, Jumat, dini hari tadi. "Kami menangkap pembantunya lebih dulu, JP lalu kemudian membekuk tersangka utama," ujar Lasut.

Dalam seminggu pelariannya, Jolly terdeteksi beberapa kali berpindah tempat. Dia pernah berada di Tomohon dan Minahasa Utara sebelum kembali lagi ke Manado. Dalam pelariannya itu, dia sempat dua kali mengontrak rumah.

Informasi lainnya menyebutkan, Jolly sudah sempat membelanjakan uang yang dibawa lari. Dia membeli sebuah mobil Daihatsu Terios, sebuah sepeda motor, dan juga barang berupa emas.

Jolly merupakan bagian dari Tim Pickup Cash Unit yang ditugaskan mengambil uang di Kantor Layanan Nasabah (KLN). Setiap hari tim yang terdiri dari empat orang itu diacak anggotanya. Selain bagian administrasi, anggota tim lainnya merupakan anggota polisi, sekuriti, dan sopir.

Jolly saat itu bertugas sebagai administrasi. Pada Jumat (3/1/2014) pekan lalu, Jolly mengelabui tiga anggota lainnya saat mengambil uang di KLN Mantos Satu. Dia meminta kunci kepada sopir yang masih berada di dalam kantor.

Jolly kemudian melarikan mobil yang berisi uang Rp 7,7 miliar. Sebelumnya, pemimpin BNI Wilayah Manado, Hermita, menjelaskan bahwa Jolly merupakan karyawan BNI yang sudah berdinas selama 26 tahun. Hermita menjamin uang nasabah di BNI Manado tetap aman dan kinerja BNI tidak terpengaruh dengan kejadian tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.