Kompas.com - 10/01/2014, 09:06 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan pada peluncuran BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan di Istana Bogor, Selasa (31/12/2013). KOMPAS.com/ICHA RASTIKAPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sambutan pada peluncuran BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan di Istana Bogor, Selasa (31/12/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com — Sebanyak 50 pedagang kaki lima yang biasa berjualan di kawasan Pantai Tapak Paderi, tepatnya di belakang Benteng Marlborough, Kota Bengkulu, mengaku terpaksa berhenti berjualan. 

Hal ini terkait dengan rencana kedatangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada 9 Februari 2014 mendatang dalam perayaan Hari Pers Nasional (HPN).

Salah seorang pedagang, Erna (50), mengatakan, mereka diminta oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk meninggalkan lokasi yang biasa mereka tempati untuk berjualan.

Erna mengaku bersedia berhenti berdagang selama kegiatan berlangsung. Namun, yang terjadi saat ini adalah jeda waktu pengosongan lokasi berdagang dirasa terlalu panjang, yakni 35 hari.

"Kami mau saja sebenarnya berhenti jualan, tetapi jarak waktu kami berhenti berdagang dengan kedatangan Presiden panjang sekali. Kami berhenti jualan sejak tanggal 6 Januari 2014, sementara Presiden datang tanggal 9 Februari," kata Erna, Kamis (9/1/2014) kemarin.

Erna mengatakan, pedagang memang dipindahkan ke tempat pelelangan ikan (TPI). Namun, tempat tersebut dirasa tidak representatif karena bau dan tertutup sehingga tidak ada pembeli yang datang juga tidak ada penerangan listrik.

"Saya bingung satu bulan lebih kami berhenti jualan, sementara saya harus membiayai anak sekolah, pendapatan lain saya tidak ada, semoga pemerintah perhatikan keluhan kami," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HPN 2014 Azwar Burhan menyebutkan, tidak ada kompensasi yang diberikan kepada pedagang karena selama ini pedagang berjualan menumpang pada lokasi mes pemda.

Menurut dia, setelah pelaksanaan HPN, pedagang diperbolehkan kembali berdagang di lokasi itu. "Jelang HPN memang kawasan itu merupakan areal steril karena Presiden berada di Benteng Marlbrough. Ini cuma sementara, nanti kalau acara selesai pedagang boleh berdagang lagi," kilah Azwar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.