Kompas.com - 10/01/2014, 08:40 WIB
Alat transportasi resmi Nunukan - Tawau. Larangan speedboat warga Sebatik ke Tawau membuat warga perbatasan Sebatik memilih jalur ilegal unruk memenuhi kebutuhan mereka. KOMPAS.com/SUKOCOAlat transportasi resmi Nunukan - Tawau. Larangan speedboat warga Sebatik ke Tawau membuat warga perbatasan Sebatik memilih jalur ilegal unruk memenuhi kebutuhan mereka.
|
EditorGlori K. Wadrianto
NUNUKAN, KOMPAS.com — Hampir seluruh kebutuhan pokok warga perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, bergantung pada pasokan dari Malaysia. Faktor dekatnya wilayah serta mudahnya mendapatkan produk negeri jiran di Pulau Sebatik ini membuat warga perbatasan terjajah secara ekonomi.

Koordinator Wahana Pemekaran Kota Sebatik Kamal Soeryanto mengatakan, keterjajahan dari sisi perekonomian menjadi salah satu indikasi untuk melakukan percepatan pemekaran Kecamatan Sebatik menjadi kota.

"Kita sekarang dalam posisi dijajah dalam bentuk ekonomi, budaya, dan sebagainya. Ini menjadi alasan bagi kita bahwa Sebatik itu pantas untuk dimekarkan karena posisinya posisi perbatasan, posisi pulau terluar yang kontak fisiknya, kemudian hubungan emosionalnya, selalu berkomunikasi dengan Malaysia," kata Kamal.

"Dan menjadi persoalan yang paling fatal dengan tertutupnya akses ke Tawau. Ini memburuk dan makin memperparah perekonomian di wilayah perbatasan," ujar dia.

Dilarang
Setahun lebih, masyarakat Sebatik kesulitan berkunjung ke Tawau Malaysia untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Hal ini terkait larangan bagi alat transportasi warga Sebatik merapat di Pelabuhan Tawau. Alasannya, sarana transportasi yang digunakan tidak memenuhi standar keamanan internasional.

Dengan menggunakan speed boat warga Sebatik hanya membutuhkan waktu 15 menit menuju Tawau Malaysia. Namun, mereka harus mengarungi perairan internasional untuk menjangkau lokasi itu.

Larangan tersebut membuat warga Sebatik lebih memilih jalur ilegal menuju Tawau demi berbelanja kebutuhan pokok. Mereka tetap tidak memilih Nunukan. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau kita masih berstatus kecamatan," ujar Kamal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal lain yang juga terjadi adalah saat transaksi jual beli hasil perkebunan maupun hasil perikanan warga. Masyarakat Sebatik tidak memiliki pilihan lain saat pedagang di Tawau menghargai hasil perkebunan mereka lebih rendah dari harga umumnya.

"Ini mau tidak mau karena kita yang butuh. Wilayah perbatasan itu siapa yang memengaruhi dan dipengaruhi. Dan warga Sebatik masih dipengaruhi," ujar Kamal lagi.

Kesehatan
Dalam hal kebutuhan layanan kesehatan, warga Sebatik juga harus bergantung pada Malaysia. Hal ini karena masih minimnya fasilitas kesehatan di Sebatik. "Dengan pemekaran, mudah-mudahan ada rumah sakit yang tadinya hanya puskesmas. Sampai sekarang tidak dinafikan lagi, kalau kita sakit ya dirujuk ke Tawau. Sementara perlakuan orang yang ada di Tawau sangat berbeda antara warga setempat dengan kita," imbuh Kamal.

Saat ini usulan pemekaran Sebatik menjadi daerah otonom baru sudah sampai pada pembentukan rancangan undang-undang. "Dari 91 DOB yang akan dimekarkan dan sudah terbentuk RUU-nya, hanya enam yang akan diketok pada masa sidang pertama untuk menyesuaikan kemampuan anggaran pusat. Mudah-mudahan Sebatik masuk dalam enam itu," kata Kamal.

Pemekaran Sebatik akan berdampak banyak terhadap kehidupan warga perbatasan. Kamal yakin permasalahan yang dihadapi warga perbatasan seperti permasalahan larangan speed boat warga Sebatik ke Tawau maupun permasalahan ketergantungan warga Sebatik terhadap kebutuhan pokok dan layanan kesehatan akan lebih cepat tertangani jika Sebatik berstatus kota.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.