Kompas.com - 08/01/2014, 17:20 WIB
Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk yang ketiga kalinya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014) KOMPAS.com/PUJI UTAMIMantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk yang ketiga kalinya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014)
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com
- Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2013).

Rina diperiksa untuk ketiga kalinya dalam kasus penyalahgunaan bantuan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Karanganyar tahun 2007-2008 sebesar Rp 35 miliar.

Rina datang didampingi lima pengacara dan sejumlah perempuan. Pemeriksaan dilakukan selama sekitar 5 jam sejak pukul 10.00 WIB. Berbicara dengan wartawan, Rina mengaku merasa 'plong' dan optimistis tidak terlibat kasus korupsi seperti yang disangkakan.

Kuasa hukum Rina Iriani, Slamet Yuono, mengatakan pemeriksaan kali ini masih seputar kuitansi-kuitansi. "Kali ini kuitansi ke partai-partai, namun dari 21 kuitansi yang tadi diperlihatkan, tidak ada keterkaitannya dengan Bu Rina," katanya.

Ia mengatakan, dari 452 alat bukti serta 20 kuitansi pada pemeriksaan kali ini, tidak ada satupun yang berkaitan dengan Rina. Pihak Rina juga mengelak tudingan bahwa adanya bantuan itu karena ada rekomendasi dari Rina.

"Kerja sama KSU dengan Kemenpera sudah sejak 2006, dan ini yang dikasuskan 2007/2008, jadi tanpa adanya rekomendasi dari Bu Rina, dana itu tetap akan cair," jelasnya.

Ia juga mengatakan selama dua periode Rina menjabat sebagai bupati, sudah ada Rp 12 triliun uang yang dikelola. Dari anggaran daerah itu tidak ada laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan pengelolaannya bermasalah.

"Tidak ada sepeser pun laporan BPK bermasalah. Kasus ini menguji Kejati untuk jangan kalah dengan tekanan dari luar, kalau tidak ada tindak pidana jangan dipaksa-paksa," tandasnya.

Rina sendiri juga mengaku tidak ada sangkut pautnya dengan KSU Sejahtera. "Saya menjaga sekali, dan kalau pinjam pasti ada prosedurnya, saya tidak ada sangkut pautnya dengan KSU," ujarnya.

Sementara itu Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng Masyhudi mengatakan masih terus melakukan pengembangan. Pemeriksaan ungkapnya juga sudah masuk ke materi. "Dari hasil pemeriksaan akan ditentukan langkah bagaimana perkembangan dan pemeriksaan perkara ini," katanya.

Terkait dengan belum dilakukan penahanan terhadap Rina, ia mengatakan hal itu tergantung dari pendapat penyidik. "Ditahan atau tidak ditahan itu tidak masalah, kan kita juga sudah melakukan pencekalan," ujar Masyhudi, yang juga mengaku belum tahu kapan pemeriksaan Rina selanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X