Bupati Ki Enthus: Saya Kan Biasa Memimpin Negara, Astina

Kompas.com - 08/01/2014, 16:58 WIB
Kontributor Kompas TV/ Ari Himawan Sarono Enthus Susmono dan Umi Azizah berjalan masuk ke ruang DPRD Tegal, Jawa Tengah untuk melakukan pelantikan sebagai bupati, Rabu (08/01/2014)

TEGAL, KOMPAS.com - Menjadi pejabat eksekutif sebuah daerah tidak melunturkan kelucuan Ki Enthus Susmono. Seperti yang terjadi ketika dia memberi sambutan setelah dilantik menjadi Bupati Tegal, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014).

Berbicara di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, anggota DPRD Tegal dan para undangan lainnya,  Ki Enthus selalu menyelipkan kelakar yang langsung disambut tawa setiap orang yang mendengarnya.

"Alhamdulillah, Pak Ganjar itu hebat. Meski usianya baru 45 tahun sudah meninggalkan dunia hitam, lihat itu rambutnya putih semua," kata Enthus yang ditujukan ke Gubernur Jawa Tengah saat acara serah terima tim penggerak PKK, Rabu (8/1/2014).
 
Dalang nyentrik ini juga jauh dari kesan basa basi. Pada kesempatan itu dia terang-terangan mengaku membuat  sendiri naskah pidatonya karena merasa tidak cocok dengan naskah buatan Bagian Humas dan Protokol.

"Pidato yang dibuat Humas jelek banget. Mau marahi, baru jadi bupati," kelakarnya.
 
Selain itu, Ki Enthus mengungkap resep sehingga dia bisa terpilihnya menjadi bupati Tegal, berpasangan dengan Umi Azizah. "Saya kan biasa memimpin negara, seperti Astina, dan lain-lain," katanya, menyebut negara-negara dalam kisah pewayangan.
 
Selepas acara, dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, mengaku bangga ada seorang bupati dari kalangan dalang. Dia berharap Enthus bisa memajukan dan membangun Tegal bersama pasangannya.
 
"Karena sudah jadi bupati, saya harap Enthus menjaga perkatannya, karena membawa nama pejabat," ujar Ki Manteb sambil berjalan ke mobilnya.




EditorKistyarini

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X