Tim Labfor Polri Teliti Miras Pembunuh 17 Warga Mojokerto

Kompas.com - 07/01/2014, 21:47 WIB
Salah satu korban pesta minuman keras oplosan di Mojokerto, Jawa Timur saat menjalani perawatan di rumah sakit. SURYASalah satu korban pesta minuman keras oplosan di Mojokerto, Jawa Timur saat menjalani perawatan di rumah sakit.
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Tim Labfor Mabes Polri kini tengah meneliti kandungan cairan di dalam minuman keras oplosan yang menewaskan 17 warga Mojokerto saat pesta tahun baru pekan lalu. Penelitian itu untuk memastikan apa saja cairan yang dicampur sehingga dapat menewaskan belasan peminumnya.

Cairan yang diteliti itu kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Awi Setiyono, didapat dari botol-botol sisa pesta miras di lima lokasi, serta dari barang bukti yang disita dari tersangka pasangan suami istri penjual miras, yakni Nur Aini dan Roni, warga Balong Rawe Baru, Kelurahan Kadungsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, yang diamankan Polres Mojokerto, Senin (6/1/2014) kemarin.

Hasil penelitian sementara yang dihimpun Polda Jatim, barang bukti itu antara lain, sebuah kotak berisi serbuk pemanis, cairan pewangi, dan cairan dari berbagai ukuran botol yang diteliti memiliki kadar etanol dan metanol beragam, dari 38 persen hingga 64 persen.

"Yang berbahaya untuk dikonsumsi adalah metanol, karena ini sama seperti cairan spiritus yang berbahaya bagi tubuh," ujarnya, Selasa (7/1/2014).

Namun, pihaknya belum sampai meneliti secara medis, apakah benar cairan itu yang membuat korban meninggal. Karena masalah itu kini masih diselidiki. "Yang pasti, pengoplos sama sekali tidak memiliki pengetahuan cukup dalam mencampur miras itu. Apakah berbahaya atau tidak jika dikonsumsi," tambahnya.

Diberitakan, miras oplosan yang didistribusikan pasangan suami istri tersebut diyakini sebagai miras yang diminum belasan korban tewas di Mojokerto saat malam tahun baru. Belasan korban lainnya kini masih dirawat di rumah sakit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X