Tiang Keselamatan, Rambu Bersuara untuk Keselamatan Pengendara

Kompas.com - 07/01/2014, 14:53 WIB
Salah satu rambu tiang keselamatan yang ada disudut jalan kota Garut.
kompas.com/ syahrul munirSalah satu rambu tiang keselamatan yang ada disudut jalan kota Garut.
|
EditorGlori K. Wadrianto
GARUT, KOMPAS.com - Jika Anda tengah berkunjung ke Garut dan menjumpai kemacetan, jangan kaget bila tiba-tiba terdengar suara perempuan yang mengingatkan anda tetap waspada. Suara itu berasal dari rambu lalu lintas yang diberi nama tiang keselamatan.

Rambu tersebut baru dipasang oleh Jajaran Satlantas Polres Garut menjelang tutup tahun 2013 lalu. Menurut Kasatlantas Polres Garut, AKP Bariu Bawana, rambu tiang keselamatan sudah dipasang di 20 titik rawan macet dan rawan kecelakaan di kota Garut.

Rambu tiang keselamatan mengingatkan para pengguna jalan agar menaati peraturan lalu lintas. "Misalnya jangan pakai HP saat nyetir, pakai sabuk pengaman, pakai helm SNI, nyalakan lampu bagi sepeda motor dan lain-lain," kata Bariu saat dihubungi Selasa (7/1/2014) siang.

Rambu tiang keselamatan, jelas Bariu terdiri dari speaker aktif dan lampu silang. Sebagai pengisi daya, rambu tiang keselamatan tidak menggunakan listrik tapi memakai panel surya.

"Kalau ada tiang keselamatan, berarti di situ daerah rawan macet atau rawan laka," jelasnya.

Bariu mengajak masyarakat untuk menjaga keberadaan rambu tiang keselamatan. Sebab, pengadaan rambu lalu lintas yang teranyar tersebut merupakan ikhtiar Satlantas Polres Garut untuk mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

"Kalau tiap saat diingatkan, mudah-mudahan membekas dibenak pengendara," ulasnya.

Ke depan, lanjut Bariu, pemanfaatan rambu tiang keselamatan akan lebih dimaksimalkan lagi untuk hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan publik. Semisal mengingatkan para pengendara jika telah memasuki waktu ibadah sholat.

"Bisa saja (timer sholat), yang penting dimaksimalkan fungsinya," kata Bariu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X