Kompas.com - 07/01/2014, 14:43 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
NUNUKAN, KOMPAS.com - Warga Nunukan, Kalimantan Utara tak acuh terhadap pembagian tabung elpiji 3 kilogram, hasil pendataan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM).

Sebanyak 328 tabung gas 3 kilogram beserta kompor gas terlihat masih menumpuk di Kelurahan Nunukan Timur.

Lurah Nunukan Timur, Yudi Hamdani mengatakan, sudah seminggu keberadaan tong gas kompor gas menumpuk di kantor kelurahan. "Ini dari pendataan PNPM langsung tanpa mengetahui kelurahan. Kita belum bagi karena permasalahannya datanya tidak sinkron. Kami bingung datanya kok data gabungan dengan Desa Nunukan Tengah. Dari Nunukan tengah banyak. Kami minta kembalikan lagi ke koordinator PNPM mandiri minta di periksa kembali. Kami maunya data dari warga kami sendiri,” ujar Yudi Hamdani.

Lurah Nunukan Timur, Yudi Hamdani mengaku banyak warganya yang enggan menerima pembagian LPG program konversi.

“Warga ini sebenarnya malas ngambil. Masyarakat banyak mempertanyakan ke mana mau isi ulang. Saya pernah konsultasi dengan pihak pertamina ternyata pertamina belum siap pengisian ulangnya. Kita juga tanyakan masalah isi ulang mereka bilang akan mengambil kembali tong tong gas untuk isi ulang di Balikpapan. Karena malas ngambil ada pembagian pertama dulu yang masih numpuk di gudang, Cuma enggak banyak,” ujar Yudi Hamdani.

Elpiji Malaysia
Mudahnya mendapatkan elpiji dari Malaysia juga menjadi alasan warga perbatasan enggan menerima tong gas 3 kilogram program konversi gas.

”85 persen penggunaan elpiji warga Nunukan dari Tawau Malaysia punya. Mereka lebih tenang dan aman menggunakan elpiji Malaysia. Harga juga hanya Rp 140 ribu sekarang, sedang yang dinaikkan pemerintah 12 kilo sampai Rp 170 ribu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau pakai elpiji Malaysia bisa tahan sampai tiga bulan,” ujar Yudi Hamdani.

Pembagian elpiji 3 kilogram melalui program konversi gas, menurut Yudi Hamdani, dianggap belum mampu menyejahterakan warga di wilayah perbatasan.

”Maksud Pemerintah dengan konversi gas ini minyak tanah masih diperlukan, nyatanya dengan adanya konversi gas 3 kilogram ini belum menyejahterakan masyarakat. Sedangkan kota besar saja masih kekurangan, apalagi kita di wilayah perbatasan. Kita harapkan dengan konversi gas ini pemerintah tidak menarik subsidi minyak tanah untuk masyarakat perbatasan,” ujar Yudi Hamdani.

Sebelumnya, tahun 2012, warga Nunukan juga mendapat pembagian 20.000 tong gas 3 kilogram program konversi gas. Namun, kebanyakan nasib dari tong gas tersebut berakhir di tukang loak atau sebagai pengganjal pintu, hingga kini masyarakat kesulitan melakukan isi ulang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.