Kompas.com - 06/01/2014, 20:54 WIB
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com – Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kesulitan dalam membangun konektivitas antardaerah, khususnya melalui jalur darat. Sehingga pembangunan jembatan udara menjadi salah satu solusi permasalahan konektivitas di Kaltim.

Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Awang menjelaskan, dalam upaya mewujudkan pembangunan jembatan udara, Pemprov Kaltim membangun dan meningkatkan infrastruktur bandar udara (bandara) yang tersebar di Kaltim. Diketahui, saat ini Kaltim memiliki 19 bandara yang terdiri dari 11 bandara umum dan 8 bandara khusus yang dimiliki sejumlah perusahaan.

“Bandara umum tersebut di antaranya Bandara Sepinggan di Balikpapan yang berskala internasional, dengan runway 2.500 x 45 m yang saat ini sedang ditingkatkan menjadi 3.250 meter. Saat ini, Bandara Sepinggan sedang dalam tahap pembangunan dan peningkatan fasilitas bandara, berupa pembangunan gedung terminal seluas 110.000 meter persegi, pembangunan hanggar, apron, VIP room dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Ditambahkan Awang, bandara Sepinggan akan memiliki gedung terminal berlantai empat yang dilengkapi area komersial seluas 33.000 meter persegi, apron 140.972 meter persegi, konsep terminal dua level, aviobridge 11 unit, check in counter (76 unit), imigration counter (8 unit), sistem penanganan bagasi dengan hold baggage screening level 4, konveyor klaim bagasi 8 unit dan 11 garbarata.

Sebagai hub (bandara pengumpul), pintu masuk dan keluar Kaltim bagi para penumpang yang berkecimpung di bidang perdagangan, pertambangan dan perkebunan, Bandara Sepinggan membutuhkan sarana berkelas dunia yang memadai. Di gedung terminal juga terdapat mal, ruang meeting, ruang solusi, hotel, area tunggu inap, area komersial, tempat parkir luas, koneksi Wi-Fi dan sebagainya.

“Dengan segala fasilitas tersebut, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan menjadi bandara ketiga terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Angkasa Pura setelah bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali,” katanya.

Rencananya, Bandara Sepinggan diperkirakan akan rampung dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Februari 2014. Diharapkan bandara ini dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan perekonomian daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Sementara itu, lanjut Awang, di ibu kota provinsi, Samarinda, Pemprov Kaltim juga sedang membangun Bandara Samarinda Baru (BSB) untuk menggantikan peran Bandara Temindung yang sudah tidak layak karena dikepung oleh permukiman penduduk. Saat ini, prosesnya baru pembangunan sisi darat.

Kaltim juga memiliki Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb, Berau dengan runway 2.250 x 45 meter yang mampu didarati pesawat jenis Boeing 737 seri 300 full capacity. Bandara Kalimarau menjadi salah satu pintu masuk bagi wisatawan mancanegara dan Nusantara yang ingin melakukan kunjungan wisata ke Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki dan Kakaban.

Untuk lebih meningkatkan kunjungan wisata ke Kepulauan Derawan dan sekitarnya, juga dibangun Bandara Maratua yang direncanakan mempunyai landasan pacu dengan panjang 1.400 x 30 meter yang mampu didarati pesawat ATR-42. Bandara lainnya yang dibangun oleh Pemprov di antaranya Bandara Long Apari di Kabupaten Mahakam Ulu yang direncanakan memiliki landasan pacu dengan panjang 1.400 x 30 meter dan mampu didarati pesawat jenis Hercules.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.