Kompas.com - 06/01/2014, 10:13 WIB
Salah satu korban pesta minuman keras oplosan di Mojokerto, Jawa Timur saat menjalani perawatan di rumah sakit. SURYASalah satu korban pesta minuman keras oplosan di Mojokerto, Jawa Timur saat menjalani perawatan di rumah sakit.
EditorGlori K. Wadrianto


MOJOKERTO, KOMPAS.com
- Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur bakal turun langsung ke Mojokerto untuk menyelidiki kasus pesta minuman keras oplosan yang menewaskan setidaknya 15 orang.

Senin (6/1/2014) siang, tim labfor Polda Jatim akan ke Mojokerto akan menyelidiki kandungan arak Jawa yang dikonsumsi dalam pesta itu. Selama ini, oplosan dari arak Jawa kerap membawa korban tewas dalam banyak kasus.

Sebelumnya di Surabaya, minuman sejenis juga menewaskan belasan korban. Arak yang dikenal dengan cukrik ini juga merenggut nyawa di sejumlah daerah. Meski begitu, masih ada saja peredaran arak Jawa di sejumlah daerah.

Kepala Polresta Mojokerto AKBP Wiji Suwartini menyatakan, saat ini telah diamankan tujuh drum arak Jawa. Namun, Wiji ini belum mengungkap detail data pemilik dan asal arak ini. "Kami akan tuntaskan arak Jawa yang menelan banyak korban tewas ini," kata Wiji.

Sebelumnya diberitakan, setidaknya 15 orang tewas setelah berpesta oplosan saat malam tahun baru. Selain menewaskan belasan orang yang semuanya warga Mojokerto, pesta oplosan saat tahun baruan itu juga menjadikan belasan yang lain sekarat.

Hingga Minggu (4/1/2014) kemarin, mereka masih banyak menghuni rumah-rumah sakit di Kota Mojokerto. Belum ada keterangan pasti mengenai jumlah tewas karena pesta oplosan tahun baru. Namun informasi yang berkembang, jumlahnya sudah mencapai 15 orang. Sementara peserta pesta oplosan setidaknya berjumlah 30.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X