Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada - Kompas.com
Testing From Admin
Testing From AdminTesting From Admin
BrandzView
Testing From Admin

Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada

Kompas.com - 05/01/2014, 19:25 WIB
KOMPAS/SIWI YUNITA CAHYANINGRUM Puncak Gunung Raung saat dipantau di Pos Pemantauan Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral menaikkan status Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur dari normal menjadi waspada pada Minggu (5/1/2014) mulai jam 14.00 WIB.

Perubahan status Gunung Raung disebabkan adanya peningkatan gempa, hembusan, dan perubahan asap menjadi putih kecoklatan sejak Sabtu (4/1/2013).

Menurut data dari Pos Pemantau Gunung Api Raung di Kecamatan Songgon, yang berjarak 10 kilometer dari puncak, tanda-tanda peningkatan aktivitas sudah tampak sejak Rabu (1/1/2014) yaitu munculnya asap putih hitam setinggi 200 meter dari puncak Gunung Raung.

Balok Suryadi, petugas pengamat Gunung Api Raung, Minggu menjelaskan, pada Rabu lalu tercatat ada 25 kali hembusan asap dan dua kali gempa vulkanik. Aktivitas tersebut terus berlangsung hingga saat ini.

"Pos Pengamatan Gunung Raung sudah mencatat ada 65 kali hembusan asap dan enam kali getaran tremor jauh dan sembilan kali getaran tremor. Hari Minggu ini terdeteksi lagi tapi pengamatan visual terganggu karena hujan turun," jelas Balok.

Balok mengatakan, Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sudah mengeluarkan larangan untuk tidak mendaki Gunung Raung.

Erupsi Gunung Raung terakhir terjadi pada Januari 2013 lalu dengan getaran tremor mencapai 36 mm. Saat itu kondisi desa di sekitar Gunung Raung aman karena jarak dengan puncak mencapai 10 km sedangkan material erupsi hanya jatuh di sekitar kawah Gunung Raung.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Bawaslu Bengkulu Panggil 2 Bupati Usai Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'aruf

Regional
Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Fadli Zon: Masak Menko Polhukam Koreksi Presiden, Bagaimana Ceritanya?

Nasional
Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Eni Anggap Uang Kotjo untuk Munaslub Golkar dari Sumber yang Halal

Nasional
5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

5 Fakta Kecelakaan Kapal Motor di Sungai Kapuas, 4 Masih Hilang hingga Arus Deras Jadi Kendala

Regional
Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Petani Buang Buah Naga Merah ke Sungai karena Harganya Murah

Regional
Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Otoritas Meksiko Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Insiden Ledakan Pipa Minyak Ilegal

Internasional
Pendaki Wanita Berjuluk 'Bikini Hiker' Tewas Membeku di Taiwan

Pendaki Wanita Berjuluk "Bikini Hiker" Tewas Membeku di Taiwan

Internasional
Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Fadli Zon Sarankan KPU Cari Moderator Debat dari Kalangan Akademisi

Nasional
Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Keluarga Berharap Baasyir Dibebaskan Sesuai Keputusan Awal Jokowi

Nasional
Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Tunangan Selesaikan Masalah Utang, Pernikahan Putri Mako Bisa Digelar

Internasional
Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Temui Presiden Jokowi, Empat Bupati di Maluku Utara Minta Bangun Bandara dan Pelabuhan

Nasional
Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Pengelola Pasar Baru Bekasi Pastikan Tempatnya Layak untuk Berjualan

Megapolitan
Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

Selain Kapolda, Kapolres Jakpus, Jakut, dan Tangerang Kota Ikut Dirotasi

Megapolitan
BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

BPN: Survei Membuktikan Masyarakat Ingin Perubahan Ekonomi

Nasional
Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

Yakin Menang 70 persen, Ma'ruf Amin Sebut Jatim Tinggal Pemantapan

Regional