Seorang Gadis SMA Hilang di Objek Wisata Guci

Kompas.com - 04/01/2014, 19:17 WIB
Nurkhasanah (40), menunjukkan foto Azizah (16) warga Desa Galih, Genuh, Kendal, Jawa Tengah, yang hilang di Obyek Wisata Guci, Tegal, sejak 1 Januari 2014 lalu.   Kontributor Kompastv/ Ari Himawan SaronoNurkhasanah (40), menunjukkan foto Azizah (16) warga Desa Galih, Genuh, Kendal, Jawa Tengah, yang hilang di Obyek Wisata Guci, Tegal, sejak 1 Januari 2014 lalu.
|
EditorFarid Assifa

TEGAL, KOMPAS.com - Sudah empat hari, Azizah Liza (16), warga Desa Galih, Genuh, Kendal, Jawa Tengah, hilang diduga diculik di objek wisata Guci, Tegal. Hilangnya siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Kendal ini berawal ketika saat gadis ini berjalan menuju pemandian air panas, tiba-tiba terpisah dengan ayahnya, Mukhid (48), Rabu (1/1/2014).
 
Saat terpisah, Mukhid berusaha mencari, namun tetap tidak menemukan keberadaan Azizah. Saat itu, Azizah memakai kerudung ungu, kemeja lengan panjang warna putih dan celana bahan warna hitam.
 
"Saya mencari sampai ke atas gunung, tapi tidak ketemu, waktu itu memang lokasi wisata sangat ramai oleh pengunjung," ujar Mukhid saat berada di kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Guci, Sabtu (4/1/2014).
 
Menurut Mukhid, gadis berjilbab dengan tinggi 150 cm dan bertahi lalat di bawah mata kanan ini, sebelumnya kehilangan telepon genggam saat berada di lokasi wisata. Diduga, Azizah terpisah dengan ayahnya karena mencari ponselnya. Namun setelah itu, Azizah malah menghilang.

"Saya kira terpisah hanya sebentar mungkin Azizah mencari Hp yang hilang, tetapi sampai sekarang belum ditemukan, saya takut diculik," kata Mukhid menambahkan.
 
Orang tua Azizah, Mukhid dan Nurkhasanah, sudah melaporkan kasus hilangnya anak ke Polsek Bojong, Tegal. Namun hingga kini, putri tercintanya belum juga ditemukan. Padahal Mukhid mengaku sudah tiga hari bolak-balik dari Kendal ke Tegal untuk menyebar foto Azizah.
 
Sementara itu, Kepala UPTD objek wisata Guci, Tanto Karno mengatakan, sejak mendapat laporan kehilangan gadis tersebut, pihaknya terus menyampaikan pengumuman kepada pengunjung. Bahkan, pihaknya menyebarkan foto Azizah dan berkoordinasi dengan warga sekitar apabila menemukan Azizah, segera melaporkan ke pusat informasi objek wisata Guci.
 
"Kasus anak hilang tidak ketemu baru kali ini terjadi. Selama ini, kalau anak hilang pasti ditemukan," kata Tanto.
 
Tanto menjelaskan, saat peristiwa hilangnya Azizah, jumlah pengunjung mencapai 7.000 orang. Biasanya, apabila ada pengunjung yang hilang ditemukan warga sekitar, langsung diantar ke pusat informasi di kantornya.
 
 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X