Kompas.com - 03/01/2014, 21:52 WIB
|
EditorFarid Assifa

SAMARINDA, KOMPAS.com — Satu lagi perusahaan batubara di Kalimantan Timur (Kaltim) harus ditutup. Kali ini tambang batubara PT Parisma Jaya Abadi (PJA), tepatnya di Desa Kedang Murung Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar).

Aktivitas tambang tersebut diduga mengakibatkan keretakan di area kuburan Muslim di RT 10 Dusun Saroja, Rimba Ayu, Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, pada Minggu (29/12/2013) dini hari pukul 04.30 Wita.

Kepala Desa Kedang Murung Hartoni membenarkan adanya keretakan pada salah satu kuburan Muslim. Menurutnya, ada satu kuburan yang mengalami keretakan dan nisannya ikut longsor, tetapi mayatnya masih ada di kuburannya.

“Dengan permintaan ahli waris, semua kuburan tersebut dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” katanya, Jumat (3/1/2014).

Menurutnya, pemindahan kuburan itu dilakukan setelah melalui koordinasi dengan ahli waris dan pihak perusahaan menanggung semua biayanya. “Semuanya ada 26 kuburan yang dipindahkan sesuai permintaan ahli waris dan 10 kuburan lainnya tidak dipindahkan karena aman dari longsor sesuai permintaan ahli waris,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan rapat Pemkab Kukar dipimpin Koordinator Inspektur Tambang Distamben Erni dengan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari pemecahan masalah terkait longsor tersebut. Hasilnya, mereka sepakat menghentikan sementara kegiatan di Pit 1 area kegiatan penambangan batubara PT PJA hingga segala persoalan dapat diatasi.

Kemudian PT PJA harus bertanggung jawab atas semua akibat kegiatan penambangan di Pit 1 pada area pemakaman dan berkoordinasi dengan ahli waris serta pihak desa maupun kecamatan apabila melakukan pemindahan makam.

Sementara itu, perwakilan perusahaan PT PJA, Hadi Zakaria, mengatakan, pihaknya sudah melakukan musyawarah dengan masyarakat, terutama pihak ahli waris. “Permintaan ahli waris agar kuburannya dipindahkan ke tempat yang lebih aman sudah dilakukan. Dan ada 26 kuburan yang sudah dipindah,” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.