Kompas.com - 02/01/2014, 19:51 WIB
Warga memadati lokasi penggerebekan terduga teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/12/2013).

KOMPAS.com/DIAN MAHARANIWarga memadati lokasi penggerebekan terduga teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/12/2013).
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com
- Ketua Perwalian Umat Budha Indonesia (Walubi) Sulsel, Yongris meminta aparat kepolisian memperketat pengaman tempat peribadatan dan perayaan Imlek yang tidak lama lagi akan digelar.

Menurut Yongris, wihara yang menjadi target sasaran aksi teroris bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman di depan mata. Tentunya, ancaman itu sangat meresahkan bagi umat Budha di Indonesia.

"Ini sangat meresahkan bagi kita. Ini terungkap dari arsip yang dibongkar dari penggrebekan markas teroris di Ciputat malam tahun baru kemarin. Ini bukan lagi isu, tetapi ancaman di depan mata. Kami minta polisi lebih maksimal melakukan pengamanan," katanya, Kamis (2/1/2013).

Selain memperketat pengamanan di wihara dan klenteng, Yongris juga meminta polisi tetap mengamankan kegiatan di tempat-tempat terbuka. "Di tempat-tempat terbuka maksudnya, kegiatan seperti arak-arakan budaya di jalanan. Itu juga meski dijaga dong," pintanya.

Yongris menambahkan, setiap wihara dan klenteng tetap akan dijaga oleh tim pengamanan internal. "Kalau di Sulsel, ada 24 wihara dan klenteng yang tersebar di sejumlah wilayah. Kami harap, tidak ada aksi teroris di tempat peribadatan umat Budha, sebab dampaknya bukan kami saja yang merasakan, tetapi masyarakat luas," tandasnya.

Ditemukan daftar wihara

Sebelumnya diberitakan, pasukan Densus 88 menemukan daftar nama sejumlah wihara di lokasi penggerebakan di Ciputat, Tangerang Selatan pada Rabu (1/1/2013) pagi. Penemuan itu diduga menunjukkan sebuah pergeseran pola teroris yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Ini yang harus dicermati. Ada dampak strategis internasional dan regional. Peristiwa di dunia internasional dan regional bisa berimplikasi pada kegiatan yang terjadi," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, dalam jumpa pers terkait penggerebekan teroris di Ciputat, Rabu (1/1/2013).

Boy menuturkan, pergeseran pola teroris dari rumah peribadatan, yang target semula gereja, kini menjadi wihara. Hal ini terlihat dari ledakan di Wihara Ekayana pada beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh kelompok teroris.

Tidak hanya itu, Boy menilai, enam orang yang diduga teroris tersebut merupakan kelompok yang telah direkrut untuk membalas kejahatan yang terjadi di Rohingnya. Kelompok tersebut, kata Boy, akan mencari lokasi wihara untuk dijadikan target pengeboman.

"Lahirlah kelompok simpatisan yang diiringi perbuatan membalas. Dicari target-target yang berkaitan dengan negara Buddha. Selain itu juga mencari tempat-tempat ibadah (wihara)," imbuh Boy.

Ia juga memprediksi, para terduga teroris memilih lokasi dari tingkat kesulitan terendah untuk menjalankan aksinya.

Boy pun mengatakan, rangkaian bom ditemukan di lokasi penggerebekan.

"Ada daftar wihara yang sudah di-print oleh mereka, yaitu wihara di Jakarta dan sekitarnya. Yang jelas, di tempat itu (kontrakan) ada rangkaian bom. Ada data-data pihak yang mereka pegang," pungkasnya.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X