Kompas.com - 28/12/2013, 16:32 WIB
Beberapa alat berat terlihat tengah beroperasi menambang konsentrat pasir besi di kawasan pesisir Pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari lalu, meski sampai saat ini pertambangan pasir besi masih ditutup oleh pemerintan setempat. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHABeberapa alat berat terlihat tengah beroperasi menambang konsentrat pasir besi di kawasan pesisir Pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari lalu, meski sampai saat ini pertambangan pasir besi masih ditutup oleh pemerintan setempat.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP) Kabupaten Tasikmalaya, diketahui tidak pernah menyetor pendaatan ke kas daerah. Justru, perusahaan ini terbelit kasus penambangan ilegal.

Kepala Bidang Pertambangan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya Asep Gunadi mengatakan, selama ini PDUP belum pernah menyetorkan PAD khusus dari hasil tambang pasir besi sejak didirikan 2 tahun silam. Adapun pemasukan hanya berasal dari pengelolaan SPBU milik Pemda Tasikmalaya.

"Kalau pemasukan PAD pasir besi dari PDUP belum tampak sampai laporan terakhir ini. Ada juga setoran PAD dari hasil pengelolaan SPBU milik pemda oleh perusahaan ini," jelas Asep kepada sejumlah wartawan, Sabtu (28/12/2013).

Asep menambahkan, perusahaan daerah ini memiliki dua instansi sebagai pembina. Sebagai pembina teknis dilakukan oleh dinas pertambangan, dan untuk pembinaan usahanya oleh dinas perdagangan. "Kalau tak percaya silahkan dicek saja ke dinas perdagangan, ada ataukah tidak kontribusi dari perusahaan daerah ini hasil tambang pasir besi," kata Asep.

Selama ini, PDUP telah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) untuk pertambangan pasir besi dan bahan galian lainnya. Asep pun membenarkan kalau perusahaan daerah ini bisa bekerjasama dengan perusahaan tambang lainnya dalam menjalankan usahanya.

"Memang benar PDUP bisa bekerjasama dengan pihak lain dalam menjalankan usahanya," tambah Asep.

Diberitakan sebelumnya, PDUP Kabupaten Tasikmalaya, ditetapkan sebagai salah satu dari enam perusahaan yang diduga melakukan penambangan ilegal pasir besi di pesisir pantai selatan. Kini, kasus tersebut ditangani oleh Polres Tasikmalaya dan Polda Jabar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dugaan sementara hasil penyelidikan, perusahaan daerah ini telah bekerjasama dengan pengusaha tak berizin tambang pasir besi, yaitu dengan cara memberikan surat perintah kerja (SPK) kepada para pengusaha ilegal.

Kemudian hasil tambang ilegal tersebut dijual oleh PDUP dengan memakai IUP perusahaan milik daerah ini.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Erry Purwanto mengaku, pihaknya telah beberapa kali meminta PDUP untuk segera dibubarkan. Pasalnya, selama ini belum ada kontribusi PAD yang masuk dari hasil tambang pasir besi ke pemerintah daerah.

"Beberapa kali kita sudah usulkan kepada bupati untuk mereorganisasi perusahaan ini, atau dibubarkan saja. Soalnya, waktu dihadapan dewan mereka siap menghasilkan pemasukan pasir besi ke daerah, nyatanya nol besar. Itu sebelum ditemukannya kasus ini oleh kepolisian," kata Erry.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.