Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejahatan Marak, CCTV Segera Dipasang di Layang Pasupati

Kompas.com - 27/12/2013, 21:08 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil resah dengan maraknya aksi kejahatan di Jembatan Layang Pasupati yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Untuk mengantisipasi aksi kejahatan serupa terulang, Pemerintah Kota Bandung segera mengambil langkah bekerja sama dengan Kepolisian. Antara lain dengan memasang kamera closed-circuit television (CCTV) di sekitar daerah rawan kejahatan itu.

"Saya ikut resah. Tapi pihak kepolisian juga sudah berupaya. Kalau upaya Pemkot, sedang menyiapkan anggaran untuk CCTV," ujar Emil panggilan akrab Ridwan Kamil di Balai Kota, Jumat (27/12/2013).

Emil mengatakan tahun 2014 Pemkot Bandung menganggarkan Rp 5 miliar untuk pengadaan CCTV. Namun karena untuk Jembatan Pasupati sifatnya darurat, rencananya akan mengupayakan dari dana bantuan CSR.

"Kalau dari APBD harus proses lelang dan baru bisa cair Maret mendatang makanuya khusus. Jembatan Pasupati urgent, jadi akan mengupayakan dana CSR kalau memungkinkan," ujar Emil.

Emil mengatakan, selain di Jembatan Pasupati, CCTV akan dipasang di jalan-jalan protokol lainnya yang dinilai rawan kejahatan seperti Pasteur, Dago, Wartukencana, dan lainnya.

"Untuk di Jembatan Pasupati ada belasan CCTV harus dipasang, mulai dari Pasteur sampai Surapati," ujar Emil

Emil juga akan membantu tugas Polisi dengan menempatkan Satpol PP di titik-titik rawan.

Tindak kejahatan terakhir yang terjadi di sekitar layang Pasupati dialami Denny Hermawan (23), Kamis (26/12/2013) dini hari. Warga Gegerkalong, Sukasari, Bandung itu dicegat dua orang berboncengan sepeda motor di kawasan Jalan dr. Djunjunan tak jauh dari Jembatan Layang Pasupati.

Korban sempat melawan sehingga mendapat luka di leher dan lengan kiri serta memar di perut bagian kanan. Ia sempat kabur dan mendekat ke polisi yang sedang berpatroli di layang Pasupati sebelum pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Sebelumnya, pada Senin (23/12/2013) dini hari, seorang taruna Akademi Angkatan Udara, Andik Wahyu (21) juga menjadi korban kejahatan serupa di Layang Pasupati. saat akan mengantar kakaknya ke agen travel pada pukul 03.00, sepeda motornya dipepet. Korban sempat melawan, namun terkan luka tusukan senjata tajam di dada hingga meninggal dunia. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com