Kompas.com - 27/12/2013, 09:09 WIB
Seorang Ayah sedang menuntun anaknya membaca Surat Yasin di Komplek Makam Massal Korban Tsunami Aceh, Kamis (26/12/2013). Riabuan warga Aceh larut dalam doa dan zikir mengenang sembilan tahun musibah gempa dan tsunami Aceh. *****K12-11 K12-11Seorang Ayah sedang menuntun anaknya membaca Surat Yasin di Komplek Makam Massal Korban Tsunami Aceh, Kamis (26/12/2013). Riabuan warga Aceh larut dalam doa dan zikir mengenang sembilan tahun musibah gempa dan tsunami Aceh. *****K12-11
EditorAna Shofiana Syatiri

Kian tersisih

Pembangunan kembali infrastruktur bangunan pelabuhan serta bantuan rumpon turut mengangkat kembali pelabuhan ini. Nelayan dan pemodal dari luar Lampulo pun masuk dengan kapal besarnya.

Namun, kondisi itu diikuti dengan tersisihnya nelayan kecil dan tradisional. Saat ini, ada sekitar 350 nelayan menengah dan besar di Lampulo serta 6.000 lebih nelayan kecil yang umumnya adalah buruh nelayan tidak tetap. Banyak di antaranya yang menganggur.

Iwan menuturkan, pada masa BRR, nelayan kecil itu mendapatkan bantuan kapal boat dan alat tangkap, seperti jala, jaring, rumpon, dan pancing. Namun, bantuan itu tak disertai dengan bantuan manajerial. Akibatnya, nelayan tradisional tak mampu mengelolanya.

Persoalan lain adalah kian menyusutnya jumlah tangkapan di area pantai. Hal ini tak lepas dari hancurnya terumbu karang di pantai setelah tsunami. Padahal, kapal yang dipakai nelayan tradisional di Lampulo hanya mampu berlayar maksimal 2 mil dari pantai. Selain itu, jika sebelum tsunami kapal nelayan tradisional di Lampulo bisa hidup dengan menjadi pengangkut ikan dari kapal besar ke pantai, pola seperti itu kini tak terjadi lagi.

Tidak heran, saat ini banyak nelayan kecil di Lampulo memilih bekerja sebagai buruh dari pemilik kapal besar. Itu pun mereka harus bersaing dengan pendatang dari luar Banda Aceh, yang juga turut beradu nasib.

”Mungkin orang asli Lampulo yang bertahan sebagai nelayan pemilik kapal sekarang tinggal kurang dari 1 persen. Lainnya pendatang. Banyak yang tersisih. Padahal, warga asli ini semuanya juga korban tsunami. Kasihan mereka. Pemerintah harus memperhatikan,” kata Iwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak tahun 2006, BRR Aceh dan Nias sebenarnya membangun sejumlah infrastruktur pendukung perikanan di area Pelabuhan Pendaratan Ikan Lampulo, seperti docking kapal, gudang penyimpanan, pengawetan, dan pengolahan ikan. Namun, bangunan itu sekarang mangkrak tak berfungsi. Akibatnya, geliat tangkapan di Lampulo belum memiliki nilai tambah bagi perekonomian sekitarnya secara signifikan.

Namun, tak semua warga pesisir korban tsunami di Banda Aceh kehilangan elan untuk bangkit dan menempuh kehidupan yang lebih baik setelah bencana besar itu. Ada di antaranya kini mampu menunjukkan diri, bisa sukses seusai bencana. Mahyedin (60), warga Desa Alue Naga, misalnya, perusahaan kapal kayu tradisionalnya mampu menembus sejumlah daerah di Aceh. Padahal, sembilan tahun silam, dia tidak menyangka bakal bisa bangkit kembali. Istri dan tiga anaknya meninggal. Pabrik kapal, rumah, dan harta bendanya hilang diterjang tsunami.

Ia kini mengajak saudara dan tetangganya belajar membuat kapal tradisional. Dia berharap mereka bisa sukses mandiri. ”Bencana dan rezeki itu kehendak Tuhan. Namun, manusia harus berusaha,” ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X