DPW PKB Kalteng Usulkan PAW Kader Terjerat Kasus Korupsi di Seruyan

Kompas.com - 26/12/2013, 06:28 WIB
Logo PKB googleLogo PKB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
SAMPIT, KOMPAS.com - Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Tengah mengusulkan pergantian antar waktu dua kader mereka di DPRD Kabupaten Seruyan. Dua kader itu tersangkut kasus korupsi proyek.

"Hari ini kami langsung menggelar rapat dan membuat keputusan. Karena dua kader kami di DPRD Seruyan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka sesuai aturan partai maka kami mengusulkan PAW ke DPP PKB," ujar Ketua DPW PKB Kalteng, HM Asera saat dihubungi dari Sampit, Kamis (26/12/2013).

Sebelumnya, polisi menahan Ketua DPRD Seruyan, Ahmad Sudarji; Wakil Ketua DPRD, Baharuddin; dan empat anggota dewan yaitu Budiardi, Ery Anshori, Suherlina, dan Totok Sugiarto, Senin (23/12/2013). Mereka ditahan terkait dugaan suap proyek.

Selain para anggota dewan tersebut, polisi juga menahan dua orang lain yang disebut-sebut berprofesi sebagai pengusaha. Mereka adalah Muhammad Yusuf dan Yamin.

Ahmad Sudarji dan empat rekannya anggota dewan ditangkap tangan dengan barang bukti puluhan uang masing-masing puluhan juta. Sedangkan Baharuddin ditahan belakangan berdasarkan pengembangan penyidikan yang mendapatkan uang suap senilai Rp 2,08 miliar yang dibagikan berasal dari Baharuddin.

Baharuddin dan Budiardi adalah kader PKB. Bahkan, Baharuddin adalah Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Seruyan. Selain mengusulkan PAW atas Baharuddin dan Budiardi, Asera mengatakan partainya kemungkinan besar akan segera merombak kepengurusan DPC PKB Seruyan agar kinerja partai tak terganggu oleh kasus ini.

"Ini sangat merugikan dan mencoreng partai, apalagi seharusnya saat ini kami meningkatkan persiapan menghadapi pemilu legislatif. Kami berharap ini tidak sampai berdampak besar terhadap partai," harap Asera.

Terkait proses hukum yang dijalani kedua kadernya, Asera menyerahkan semuanya kepada kepolisian untuk memproses sesuai aturan yang berlaku. "Itu ranah hukum," ujar dia. Meski demikian, kata Asera, PKB tetap akan memantau kasus tersebut.

"Ini jadi pelajaran berharga bagi seluruh kader PKB di Kalteng, khususnya anggota dewan lainnya dari PKB di Seruyan. Jangan berpikir untuk main-main karena kami sendiri yang akan merasakan akibatnya," tegas Asera.

Sementara itu, penyidik belum mau membuka lebih jauh informasi tentang perkembangan penyidikan kasus ini. Informasi yang dikumpulkan di lapangan mengatakan bahwa enam anggota DPRD dan dua pengusaha itu masih ditahan dan ditetapkan menjadi tersangka. Disebutkan pula bahwa polisi masih mengembangkan penyidikan ke dugaan keterlibatan anggota lain di DPRD Seruyan.

Dugaan masih ada anggota lain DPRD Seruyan terseret kasus ini karena uang yang ditemukan sebagai barang bukti sudah rapi dimasukkan dalam 26 amplop. Seluruh anggota dan pimpinan DPRD Seruyan total berjumlah 25 orang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Warga Bandel Bakar Lahan untuk Pertanian, 5 Hektar Lahan di Gunungsitoli Ludes

Regional
Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Wanita Pemandu Karaoke Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Wajah Terbekap Selimut

Regional
Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Sudah Uji Pembebanan, Alun-alun Surabaya Segera Dilalui Kendaraan

Regional
Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Kabur Saat Akan Hadapi Sidang Putusan, Serli Diminta Menyerahkan Diri.

Regional
Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Bunadin Batal Umrah Sekeluarga, Padahal Sudah Berangkatkan Ibu dari Probolinggo ke Makassar

Regional
Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Regional
Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Penyelundupan 1.085 Liter Sopi yang Ditutupi Tumpukan Pisang Digagalkan di Bima

Regional
Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Banjir di 5 Desa Jatinangor, Jalur Sumedang-Bandung Lumpuh, Ribuan Rumah Terendam

Regional
Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Viral Video Pria Tiba-tiba Datang ke Kompleks Pertamina Lalu Masturbasi

Regional
Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Tergiur Harga Mobil Murah, Sejumlah Orang Jadi Korban Penipuan di Jombang

Regional
Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

Regional
Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Usai Bentrok TNI-Polri, Pangdam Bukit Barisan Perintahkan Anggotanya Perbaiki Mapolsek yang Rusak

Regional
PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

PNS di Maluku Diminta Tak Gunakan Wadah Plastik Sekali Pakai

Regional
Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Regional
Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Ilham Habibie: Dampak Corona, Indonesia Diprediksi Kebanjiran Barang China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X