Kompas.com - 25/12/2013, 20:23 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

KOLAKA , KOMPAS.com - Sekitar 60 orang honorer kategori satu (K1) di Kolaka Sulawesi Tenggara saat ini merasa geram terhadap Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kolaka. Mereka merasa dipermainkan , sebab sudah lebih dari lima bulan tidak menerima gaji maupun honor.

Padahal mereka sudah memegang surat keputusan (SK) sebagai calon pegawai negeri sipil. Salah satu sumber Suara Kendari yang ditemui mengatakan bahwa SK tersebut mereka kantongi sejak 1 Desember 2012.

“Jadi mulai Desember 2012 sampai Mei 2013, kami belum terima gaji. Nanti pada 1 Juni 2013, kita mulai terima gaji termasuk gaji 13 pada waktu itu. Itupun gaji untuk Juni saja, bukan gaji Desember 2012 hingga Mei 2013,” kata salah seorang honorer K1 yang namanya enggan disebutkan, Rabu (25/12/2013).

Menurut dia, selama periode Desember 2012 hingga Mei 2013, mereka harusnya menerima gaji per bulan sebanyak Rp 2.417.000. Gaji tersebut sudah termasuk dengan tunjangan keluarga. Namun hingga kini, mereka belum mendapat gaji itu.

“Jadi honorer K1 yang dapat SK CPNS 80 persen itu ada 63 orang. Nah, besaran gaji honorer K1 yang sudah mendapatkan SK CPNS 80 persen bervariasi, tergantung dari golongannya. Kalau yang saya sebutkan tadi, itu untuk golongan tiga,” paparnya.

Dia mengaku, selama Desember 2012 hingga Mei 2013, mereka juga aktif untuk melaksanakan tugas di kantornya. Namun selama itu pula, gaji mereka tidak dibayarkan. Memang, katanya, pembayaran gaji honorer K1 yang mengantongi SK CPNS 80 persen harus menyertakan surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) yang ditandatangani oleh pimpinan mereka.

SPMT tersebut, kata dia, telah tiga kali mereka buat. Awalnya, 1 Januari 2013 terus 20 Mei 2013 dan 1 Juni 2013. Dari tiga kali pembuatan SPMT itu, mereka hanya menyetorkan SPMT di bulan Mei.

“Makanya, kami tuntut supaya gaji dibayarkan. Kalau memang ada anggarannya, tolong lah diberitahukan ke kami,” tuntutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.