Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid

Kompas.com - 25/12/2013, 12:48 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
AMBON, KOMPAS.com — Perayaan ibadah Natal di Kota Ambon berlangsung aman dan lancar tanpa ada gangguan apa pun. Terlebih lagi, pemuda masjid ikut menjaga keamanan acara ibadah.

Fernando, salah seorang warga Ambon, mengaku merasakan lagi kerukunan antar-umat beragama di Ambon yang sempat tercoreng. Menurutnya, toleransi antar-penganut agama inilah yang merupakan wajah asli orang Maluku.

"Ini sesungguhnya budaya kita, orang bersaudara di Maluku. Saya sangat terharu sekali karena saudara kita turut menjaga keamanan saat ibadah Natal," kata pemuda yang bersekolah di Makassar tersebut, Rabu (25/12/2013).

Fernando juga mengaku bahagia bisa berkumpul dan merayakan Natal bersama keluarganya di Ambon.


Kebahagiaan ini bukan hanya dirasakan Fernando, melainkan juga seluruh umat Kristiani Ambon yang merayakan Natal. Mereka tampak larut dalam kegembiraan.

Pantauan Kompas.com, seusai menjalankan ibadah Natal, umat Kristiani saling berjabat tangan satu dengan lainnya sambil mengucapkan "Selamat Natal". Pelukan di antara mereka menambah keakraban.

Di sejumlah kawasan, seperti di Mardika, Batu Gaja, Kudamati, dan sejumlah kawasan lainnya, warga juga terlihat saling mengunjungi untuk memberikan ucapan selamat. Bahkan, warga Muslim juga mengunjungi kerabat dan orang-orng terdekatnya untuk memberikan ucapan selamat.

Meski berlangsung aman dan lancar, di sejumlah kawasan, aparat TNI/Polri masih terus berjaga-jaga untuk memberikan kenyamanan bagi umat Kristiani yang merayakan Natal di Kota Ambon.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

TKI di Hong Kong Minta Masker Melalui Medsos, Bupati Magetan Akan Kirim 20.000 Masker

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Penipuan CPNS di Kebumen, Mantan Dosen dan Pensiunan PNS Jadi Tersangka

Regional
Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Keponakan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X