Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 24/12/2013, 15:26 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDA ACEH, KOMPAS.com
 — Di gudang truk pengangkut barang terlihat seorang pria berkaki satu sedang sibuk mengikat bahan bangunan yang telah dimuat oleh kernet ke dalam mobil pikap L-300. Setelah tongkat disimpan ke atas barang-barang, kemudian pria itu berjalan dengan melompat-lompat menuju pintu depan mobil. Dia menghidupkan mobil, lalu menyetir dengan sebelah kakinya untuk mengantarkan pesanan barang material bangunan.
 
Lelaki itu bernama Mukhtar (40), warga Desa Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Kaki kanannya harus diamputasi karena akibat dihantam gelombang tsunami yang terjadi sembilan tahun lalu.
 
Gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu telah mengubah kehidupan Mukhtar. Dia telah kehilangan satu kaki, sebelah kanan. Selain itu, Mukhtar juga harus merelakan kepergian istri dan dua orang buah hatinya karena meninggal dunia akibat tsunami.
 
"Setelah gempa, saya bersama istri dan dua orang anak saya numpang mobil tetangga untuk lari menyelamatkan diri. Namun, baru jarak 30 meter keluar dari rumah, tiba-tiba kami langsung dihantam gelombang tsunami. Saat digulung ombak, kaki saya membentur beton bangunan rumah sehingga patah. Saya baru sadar setelah air sudah tenang, sedangkan anak dan istri saya tidak selamat," kenangnya.
 
Meski kakinya tinggal sebelah, Mukhtar tak putus asa. Dia memiliki semangat untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Keterbatasan kondisi fisiknya pasca-tsunami tidak menjadi kendala baginya untuk terus berusaha menapaki kehidupan barunya.

"Tahun 2007, saya mendapat  bantuan becak dari salah satu NGO (LSM). Dengan becak itu, saya kembali mencari rezeki dengan jasa angkutan barang belanjaan orang-orang di pasar karena itu yang bisa saya kerjakan," katanya.
 
Sebelum musibah gempa dan tsunami Aceh terjadi, Mukhtar mengaku bekerja sebagai sopir angkutan barang di salah satu toko usaha material bangunan di kawasan Lhoknga, Aceh Besar.
 
Karena tak putus asa dalam berusaha untuk terus bangkit, tiga tahun kemudian Mukhtar kembali diterima bekerja di toko bangunan tempat ia bekerja dulu. Di tempat itu, ia kembali bekerja menjadi sopir pengantar material bangunan.
 
"Alhamdulillah saya diterima kembali kerja di tempat dulu. Saya kerjakan apa saja yang saya mampu kerjakan. Kadang-kadang saya jadi sopir antar barang pesanan orang. Kalau tidak ada pesanan, kadang-kadang saya ke pasar untuk belanja kebutuhan toko," ujarnya.
 
Dalam bekerja, Mukhtar dibantu oleh seorang kernet. "Kalau menurunkan semen satu sak masih sanggup, tapi waktu angkat dari gudang ke mobil agak sulit. Makanya pakai kernet," katanya.
 
Empat tahun pasca-gempa dan tsunami Aceh, Mukhtar menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Siti Rahmah (27). Dan kini, mereka sudah dikaruniai dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Pada hari libur dari bekerja, Muhktar mengisi waktunya dengan membantu istri berjualan di pantai rekreasi Lhonga, Aceh Besar,

"Hari minggu saya libur. Di sini bantu istri jualan. Paling saya bisa bantu kupas kelapa muda dan bersih-bersih. Usaha jualan untuk menambah penghasilan keluarga ini sudah berjalan setahun yang lalu," katanya.
 
Tak terasa, gempa dan tsunami Aceh sudah sembilan tahun berlalu. Kini, Mukhtar sudah bisa kembali tersenyum bersama istri dan dua anaknya karena ia telah mampu bangkit dari keterpurukan akibat musibah gempa dan tsunami Aceh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tatkala Jawa Mulai Rusak

Tatkala Jawa Mulai Rusak

Regional
Sejalan dengan Soekarno, PDI-P Jatim Tolak Kehadiran Israel di Jatim

Sejalan dengan Soekarno, PDI-P Jatim Tolak Kehadiran Israel di Jatim

Regional
Papeda: Antara Jatuh Gengsi dan Masa Depan Ketahanan Pangan

Papeda: Antara Jatuh Gengsi dan Masa Depan Ketahanan Pangan

Regional
Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Dukung Kemerdekaan Palestina, Ganjar Harap Piala Dunia U-20 Digelar Tanpa Israel

Regional
Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Gus Muhaimin Silaturahmi ke IAY Darul Azhar Tanah Bumbu, Bupati Zairullah Ucapkan Rasa Syukur

Regional
Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Sejahterakan Umat, Danny Pomanto Raih Penghargaan Baznas Award 2023

Regional
Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Pemkot Cilegon Teken MoU dengan PT KAS dan PT CAP untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Warnasari

Regional
Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Kemenko Kemaritiman Apresiasi Progres PSEL Makassar, Sebut Jadi Percontohan Nasional

Regional
Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Raih Penghargaan PPKM Award 2023, Pemkot Makassar Buktikan Keberhasilan Program Makassar Recover

Regional
Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Raih Penghargaan pada Baznas Award 2023, Ganjar: Saya Berikan untuk Baznas Jateng

Regional
Bupati Maluku Barat Daya Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut, Ini Agenda yang Dibahas

Bupati Maluku Barat Daya Hadiri RUPS Bank Maluku-Malut, Ini Agenda yang Dibahas

Regional
Menakar Vonis Hakim dalam Tragedi Kanjuruhan

Menakar Vonis Hakim dalam Tragedi Kanjuruhan

Regional
Komitmen Dukung JKN, Pemkab Maluku Barat Daya Raih UHC Award 2023

Komitmen Dukung JKN, Pemkab Maluku Barat Daya Raih UHC Award 2023

Regional
Dompet Dhuafa dan The Harvest Panen Tambak Gurame di DD Farm Indramayu

Dompet Dhuafa dan The Harvest Panen Tambak Gurame di DD Farm Indramayu

Regional
Kota Makassar Masuk Nominasi Nasional PPD 2023

Kota Makassar Masuk Nominasi Nasional PPD 2023

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke