Kompas.com - 24/12/2013, 08:25 WIB
Petugas gabungan dari dinkes, dinas perdagangan dan perindustrian serta aparat kepolisian polres majene sulawesi barat menyita paksa sejumlah barang kadaluarsa yang diperjual belikan di sejumlah toko, swalayan, minimarket dan pasar tradisonal karena dinilai bisa membahayakan kesehatan konsumen. KOMPAS.com/ JunaediPetugas gabungan dari dinkes, dinas perdagangan dan perindustrian serta aparat kepolisian polres majene sulawesi barat menyita paksa sejumlah barang kadaluarsa yang diperjual belikan di sejumlah toko, swalayan, minimarket dan pasar tradisonal karena dinilai bisa membahayakan kesehatan konsumen.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

MAJENE, KOMPAS.com - Jelang Natal dan Tahun Baru, para pemilik toko dan supermarket di Majene, Sulawesi Barat, masih memajang makanan dan minuman kadaluarsa. Petugas pun melakukan razia.

Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Kepolisian Resor Polres Majene menyita antara lain susu kental, biskuit, mie instan, minuman kaleng, makanan kemasan kaleng, kecap dan bumbu dapur serta produk lainnya. Razia produk kadaluarsa ini dilakukan serentak oleh sejumlah tim di setiap pasar tradisional, pertokoan dan minimarket seperti Alfamidi.

Kepala Urusan Pembinaan Narkoba Polres Majene Ipda Ahmad menyebutkan, barang kadaluarsa yang ditemukan hampir di semua toko, supermaket dan pasar tradisional disimpan pemiliknya bercampur dengan barang lain yang masih layak konsumsi. Hal itu bisa mengecoh konsumen jika tidak teliti memeriksa tanggal kadaluarsa barang yang mereka beli.

"Penyitaan barang kadaluarsa ini sebagai wujud dan komitmen pemerintah Majene dalam memberi perlindungan terhadap konsumen, terutama barang-barang tidak layak konsumsi yang beredar di masyarakat," ujar Ipda Ahmad, Selasa (24/12/2013).

Tingginya animo masyarakat untuk berbelanja kebutuhan jelang Natal dan Tahun Baru, kata Ahmad, kerap dimanfaatkan pengusaha dan pedagang nakal untuk menjajakan barang kadaluarsa. Hal itu untuk menghindari kerugian.

Menurut Ahmad, pemilik toko, swalayan dan minimarket dan pedagang yang tertangkap menjual barang kadaluarsa barang disita dan dimusnahkan. Sedang pemiliknya dikenai wajib lapor ke polisi dan diminta membuat surat perjanjian untuk tidak lagi menjual barang berbahaya bagi kesehatan konsumen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.