Kompas.com - 23/12/2013, 18:12 WIB
Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Senin (23/12/2013) KOMPAS.com/PUJI UTAMIMantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Senin (23/12/2013)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com — Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih diperiksa sebagai tersangka selama kurang lebih 6,5 jam sejak pukul 10.15 WIB. Pemeriksaan dilakukan di lantai 4 kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (23/12/2013).

Perwakilan tim kuasa hukum, Slamet Yuono, mengatakan, dalam menghadapi kasus ini, Rina didampingi 20 orang pengacara. "Kami tim ada 20 orang dari tiga kantor pengacara," katanya.

Ia menegaskan, pihaknya akan kooperatif dalam kasus ini. "Pada pemeriksaan tadi, ada 58 pertanyaan, dan sudah dijawab sesuai fakta dan apa yang diketahui Bu Rina," jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap Kejati segera menyelesaikan ekspose terkait kasus ini. Menurutnya, jika dalam hasil ekspose tidak cukup bukti untuk keterlibatan Rina, Kejati juga harus membebaskan Rina dari kasus ini. "Kalau ternyata dari hasil ekspose tidak cukup bukti, Kejati juga harus legowo melepaskan Bu Rina," katanya.

Ia mengatakan, jika memang kasus ini sampai pengadilan, pihaknya juga sudah menyiapkan saksi ahli serta saksi-saksi yang meringankan. Rina direncanakan akan kembali diperiksa pada 30 Desember mendatang.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng Masyhudi mengatakan, pihaknya belum akan menahan Rina. Menurutnya, tersangka masih kooperatif dan dalam melakukan penahanan harus dengan dasar kuat. "Untuk saat ini tersangka belum perlu ditahan karena proses pemeriksaan belum selesai," ujarnya.

Seperti diketahui, Rina merupakan tersangka dalam kasus penyalahgunaan bantuan subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera Karanganyar tahun 2007-2008 sebesar Rp 35 miliar. Dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya mencapai Rp 18,4 miliar. Dari jumlah tersebut terdapat senilai Rp 11,1 miliar yang diduga dinikmati oleh Rina.

Pada kasus ini sebelumnya sudah dipidanakan dua mantan Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera, Fransiska Riyana Sari dan Handoko Mulyono. Selain itu, mantan suami Rina Iriani, Tony Iwan Haryono, yang pernah menjabat Ketua Dewan Pengawas KSU Sejahtera, menjadi terpidana kasus ini.

Pada 2007, KSU Sejahtera diketuai oleh Fransiska Riyana Sari dan pada 2008 oleh Handoko Mulyono. Fransiska sudah menerima pidana dua tahun penjara, Handoko dipidana empat tahun penjara, sedangkan Tony divonis lima tahun 10 bulan penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X