Kompas.com - 20/12/2013, 23:56 WIB
Tiga pasang pengantin sedang menjalani prosesi ijab qabul di kantor KUA Banjarmasin Timur, Jumat (11/11/2011). Hari ini ada 50-an pasang pengantin di kecamatan setempat yang memanfaatkan momen 11-11-11. KOMPAS/DEFRI WERDIONOTiga pasang pengantin sedang menjalani prosesi ijab qabul di kantor KUA Banjarmasin Timur, Jumat (11/11/2011). Hari ini ada 50-an pasang pengantin di kecamatan setempat yang memanfaatkan momen 11-11-11.
|
EditorErvan Hardoko
SAMARINDA, KOMPAS.com — Kerja sama antara Kementerian Agama RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tidak serta-merta diterima forum Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimantan Timur.

Pasalnya, dalam kesepakatan Kemenag dan KPK itu dinyatakan, semua penghulu tidak boleh menerima amplop berisi uang jasa dari pasangan yang menikah. Karena tidak menerima keputusan itu, Forum KUA Kaltim dikabarkan berencana mundur beramai-ramai.

Terlebih lagi, para anggota Forum KUA mengatakan, uang jasa itu hanyalah untuk menambah penghasilan para penghulu yang tidak memiliki pendapatan lebih.

Kakanwil Kemenag Kaltim HM Kusasih mengatakan, Kaltim tersandung persoalan keterbatasan penghulu berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan, Kota Samarinda hanya memiliki empat orang penghulu berstatus PNS.

Guna melayani pencatatan nikah yang begitu tinggi, akhirnya KUA menggunakan jasa Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) dari masyarakat sipil. Masalahnya, setiap KUA memiliki anggaran terbatas untuk memberi honor P3N.

"Itulah persoalannya. Padahal, angka pernikahan di Samarinda tergolong tinggi, mencapai 500 pernikahan setiap bulannya, atau sekitar 6.500 pernikahan dalam setahun," kata Kusasih, Jumat (20/12/2013).

Saat ini, lanjut Kusasih, pihaknya masih mencari cara untuk memecahkan persoalan tersebut. Kusasih mengatakan, dalam waktu dekat, Dirjen Bimas Islam akan menerbitkan kebijakan sebagai solusi masalah ini. "Dalam waktu dekat, akan ada kebijakan dari Dirjen Bimas Islam terkait masalah ini. Kita tunggu saja," jelasnya.

Untuk itu, Kusasih meminta seluruh petugas KUA di Kaltim tetap menjalankan tugas mereka melayani masyarakat. Kusasih menegaskan pada dasarnya dia mendukung kerja sama Kemenag dan KPK asal dibarengi dengan solusi.

"Kami mendukung MoU itu demi kebaikan bersama. Masalah lainnya akan kita carikan solusinya dalam waktu dekat. Kami minta KUA tetap melaksanakan tupoksinya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.

Di tempat berbeda, Kepala Kemenag Samarinda Abdul Muis menjelaskan, seorang anggota P3N mendapat upah Rp 25.000 untuk setiap pencatatan pernikahan. Masalahnya, tiap KUA di Samarinda hanya memiliki dana operasional sebesar Rp 24 juta per tahun atau Rp 2 juta sebulan.

"Dana operasional tersebut kecil sekali. Semoga segera ada penyelesaian terkait persoalan tersebut," tutupnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.