Kompas.com - 20/12/2013, 18:42 WIB
Sejumlah warga melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terendam banjir, Jumat (19/4/2013). Ribuan pemukiman warga, bahkan kawasan pertokoan dan pasar, di wilayah Dayeuhkolot serta pemukiman warga di Baleendah sudah tiga pekan terendam banjir luapan Sungai Citarum. Jalur lalulintas yang terputus memaksa warga, termasuk para buruh pabrik di kawasan tersebut, harus melintasi genangan air untuk menuju pemberhentian kendaraan dengan jarak berjalan kaki sekitar 2 kilometer.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSejumlah warga melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terendam banjir, Jumat (19/4/2013). Ribuan pemukiman warga, bahkan kawasan pertokoan dan pasar, di wilayah Dayeuhkolot serta pemukiman warga di Baleendah sudah tiga pekan terendam banjir luapan Sungai Citarum. Jalur lalulintas yang terputus memaksa warga, termasuk para buruh pabrik di kawasan tersebut, harus melintasi genangan air untuk menuju pemberhentian kendaraan dengan jarak berjalan kaki sekitar 2 kilometer.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Sebagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mewacanakan akan membangun danau untuk menampung air. Rencana itu sama dengan yang dilakukan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama untuk mengatasi banjir di Ibu Kota.

"Ya, rencana pembuatan danau masih dalam proses, tapi intinya kita akan upayakan," janji Ridwan seusai meluncurkan gerakan sejuta biopori di Taman Tegalega, Jalan Otto Iskandardinata, Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/12/2013).

Danau tersebut akan difungsikan untuk menampung aliran air agar air tidak menggenangi Bandung seperti yang terjadi sekarang ini. Rencananya, danau itu akan dibuat di kawasan Gedebage. "Rencananya di Gedebage," katanya.

Kendati demikian, kata Ridwan, pembuatan danau itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kesulitannya, kata dia, pertama adalah masalah anggaran, waktunya yang lama, dan pembebasan lahan. "Pembuatan danau itu memakan biaya yang mahal dan lama, kemudian belum lagi soal pembebasan lahan, kadang kan ada warga yang tidak memahami soal pembebasan lahan (untuk membuat waduk) sehingga mempersulit proses pembuatannya (waduk)," keluhnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi banjir di Kota Bandung. Upaya dimaksud di antaranya pembuatan gorong-gorong, daur ulang air hujan, dan pembuatan sumur-sumur resapan.

"Cara ini mahal semua. Sebagai contoh, untuk membuat sumur resapan saja memakan biaya Rp 25 juta per titik. Ini kan membutuhkan anggaran yang besar. Anggarannya baru akan turun awal tahun 2014. Tapi tetap intinya akan kita upayakan," jelasnya.

Ridwan menambahkan, satu-satunya cara untuk mengantisipasi banjir yang paling murah dan tidak memakan waktu lama adalah dengan mengadakan program gerakan sejuta biopori. "Kalau biopori mah murah, cukup dengan modal Rp 100 - Rp 150 juta untuk membeli bor tanah, bisa dipakai kapan saja, dan kalau tidak dipakai, bisa dipinjamkan juga kan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X