Tangkap WN Vietnam, Petugas Bea Cukai Terkendala Bahasa

Kompas.com - 20/12/2013, 17:27 WIB
NV, 42 tahun, warga negara Vietnam, tengah dibawa Petugas Customs Narcotic Team (CNT) Bea dan Cukai Balikpapan tak lama usai penangkapan. CNT tengah memperagakan uji memastikan bahwa barang yang  dibawa NV adalah Shabu. CNT menyita lebih dari 4 Kilogram Shabu dari bawaan NV. (K71-12) KOMPAS.com/Dani JNV, 42 tahun, warga negara Vietnam, tengah dibawa Petugas Customs Narcotic Team (CNT) Bea dan Cukai Balikpapan tak lama usai penangkapan. CNT tengah memperagakan uji memastikan bahwa barang yang dibawa NV adalah Shabu. CNT menyita lebih dari 4 Kilogram Shabu dari bawaan NV. (K71-12)
|
EditorKistyarini

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Petugas Customs Narcotic Team (CNT) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan, Kalimantan Timur, menangkap NV (42), warga negara Vietnam, karena membawa narkotika golongan I methamphitamine (sabu-sabu) di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/12/2013) sekitar pukul 17.15 WIB.

Namun petugas mengalami kesulitan menggali informasi dari NV karena kendala bahasa. “Kami cukup kesulitan dalam pemeriksaan tersangka karena dia tidak bisa bahasa Inggris, Mandarin, ataupun Indonesia. Cukup menyulitkan dalam pemeriksaan,” kata Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Balikpapan, Djanurindro Wibowo, Jumat (20/12/2013).

Warga Vietnam ini tertangkap di pintu kedatangan di Bandara Sepinggan. Dengan menumpang Silk Air MI-138, NV bertolak dari New Delhi, India, transit di Singapura, dan turun di Balikpapan. Di Sepinggan, pihak bandara mencurigai tas merah bawaannya.

Dari pemeriksaan didapati bubuk kristal dalam 90 kantong plastik kecil ukuran 30 gram hingga 50 gram, yang disembunyikan di dalam alat olah raga. Alat ini sejenis pelindung diri pada bagian tubuh yang biasa dipakai para atlet.

Tidak banyak informasi yang didapat dari NV. Semua pertanyaan dijawab dengan bahasa Vietnam. Penyelidikan pun hanya pada dokumen bawaan dan pendukung lain. Dari hasil pemeriksaan diduga sabu-sabu tersebut dibawa dari India.

Dan untuk memudahkan penyelidikan maupun penyidikan, pihak berwajib berencana menjalin hubungan dan kerja sama dengan Kedutaan Vietnam. Kenekatan NV membuat dirinya terancam hukum UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan pasal 102 huruf e dan UU Narkotika No. 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara sesingkatnya 6 tahun, atau paling lama 20 tahun.

“Selanjutnya kita serahkan ke Polda Kaltim untuk tindak lanjut,” kata Djanurindro.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Menkes Targetkan 38 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 pada Akhir Juni 2021

Regional
Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Cabuli Remaja Keterbelakangan Mental, Seorang Pria di Agam Ditangkap

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Febuari 2021

Regional
Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Diterjang Puting Beliung, Kapal Berisi Pemancing Tenggelam, 1 Tewas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Terikat, Pernah Kehilangan Rp 1 Miliar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 27 Februari 2021

Regional
RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

RSUD dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Regional
Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Biaya Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Bali Belum Dibayar Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X