Kompas.com - 19/12/2013, 23:07 WIB
Warga menonton aliran banjir lahar hujan yang melewati Kali Putih di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2012). Hujan deras di kawasan lereng Gunung Merapi memicu terjadinya banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Merapi di sejumlah sungai di sisi barat Gunung Merapi. Banjir tersebut mengakibatkan satu buah mesin back hoe dan sedikitnya dua truk penambang pasir terjebak aliran banjir lahar hujan di Kali Senowo, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. 

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWarga menonton aliran banjir lahar hujan yang melewati Kali Putih di Desa Jumoyo, Salam, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/12/2012). Hujan deras di kawasan lereng Gunung Merapi memicu terjadinya banjir lahar hujan yang membawa material sisa erupsi Merapi di sejumlah sungai di sisi barat Gunung Merapi. Banjir tersebut mengakibatkan satu buah mesin back hoe dan sedikitnya dua truk penambang pasir terjebak aliran banjir lahar hujan di Kali Senowo, Desa Mangunsoka, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Berdasarkan data dari kajian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, diperkirakan terdapat sekitar 50.000 penduduk yang terancam banjir dan tanah longsor. Jumlah itu terbagi dalam beberapa kabupaten, di antaranya Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

"Kami secepatnya mengoordinasikan penyusunan program, termasuk pengelolaan posko tanggap darurat, dan persiapan titik kumpul sebagai pusat evakuasi," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Gatot Saptadi, Kamis (19/12/2013).

Ia menuturkan, sebanyak 50.000 penduduk yang terancam banjir dan tanah longsor tersebut ialah 5.000 jiwa di Kabupaten Gunungkidul, 20.000 jiwa di Bantul, 10.000 jiwa di Kulonprogo, 5.000 jiwa di Sleman, dan 10.000 jiwa di Kota Yogyakarta. Menurut Gatot, selain penduduk, bencana longsor dan banjir juga mengancam perumahan serta tambak. Risiko kerusakan rumah di seluruh wilayah kabupaten rata-rata berkisar 5 hingga 87 persen untuk kategori rusak ringan dan berat, sedangkan tambak sebanyak 3 persen

"Potensi aspek kerusakan lain ada di bangunan kantor pemerintahan desa. Kerusakan mencapai 2 persen atau mengalami rusak ringan," tandasnya. Sementara itu, kerusakan jalan akibat genangan air di beberapa wilayah jumlahnya ada sekitar 10 persen.

Untuk menindaklanjuti hasil kajian itu, pihaknya tengah menyiapkan langkah aktivasi rencana kontijensi menjadi rencana operasi ketika terjadi banjir.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur No 317/Kep/2013, DIY ditetapkan dalam status Siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor. Status Siaga bencana ini dimulai pada 3 Desember sampai 28 Februari 2014 mendatang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.