Kompas.com - 19/12/2013, 22:22 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi. KOMPAS.com/Hendra CiptoKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com
- Dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 38 miliar untuk pengadaan alat olahraga di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) diduga dikorupsi. Penyidik tindak pidana khusus Polda Sulselbar pun telah menetapkan seorang tersangka, Syatir Mahmud yang menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) UNM.

"Selain Syatir Mahmud, masih ada calon tersangka lainnya dalam korupsi pengadaan alat olahraga di kampus UNM yang merugikan negara senilai Rp 13 miliar. Sejauh ini, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi," ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi kepada wartawan, Kamis (19/12/2013).

Endi membeberkan, hari ini penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulselbar kembali memeriksa empat orang saksi lain. Mereka di antaranya, Masnun Basri, Muhammad Musran, Indrawansyah, Johannes, selaku pemeriksa alat olahraga yang kini berada di lantai IV Gedung Phinisi UNM Gunungsari Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Makassar.

"Sementara empat saksi sebagai pemeriksa barang diperiksa penyidik. Namun sejauh ini terkait pemeriksaan itu, saya belum bisa memastikan variabel kesaksian mereka dan sifatnya hanya teknis," ungkap mantan Kapolres Enrekang ini.

Sebelumnya, lanjut Endi, penyidik telah memeriksa saksi lain, yakni Syahrul selaku rekanan pendamping; Lisa, selaku penyedia alat olahraga; Arifuddin Usman, Dekan FIK; Asmulyadi dan Syamsu Yusuf, panitia pengadaan proyek; Arniwati dan Yetty Y, staf Biro Perencanaan; Ians Aprilo, staf FIK UNM; M Idrus, Ketua Panitia Pengadaan serta; Ismail, Kepala Biro Perencanaan dan Teknologi Informasi UNM.

"Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, kemungkinan besar Rektor UNM, Prof Arismunandar juga akan diperiksa penyidik. Tapi belum diketahui kapan akan diambil keterangannya. Kita tunggu saja perkembangannya," bebernya.

Pada 2010, UNM mendapatkan dana pengadaan alat olahraga Rp 38 miliar dari APBN-P melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dana tersebut diduga dikorupsi atas kerja sama panitia lelang yang dibentuk sendiri oleh UNM dengan pemenang tender hingga merugikan negara Rp 13 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X