Kompas.com - 19/12/2013, 15:50 WIB
Alat transportasi resmi Nunukan - Tawau. Larangan speedboat warga Sebatik ke Tawau membuat warga perbatasan Sebatik memilih jalur ilegal unruk memenuhi kebutuhan mereka. KOMPAS.com/SUKOCOAlat transportasi resmi Nunukan - Tawau. Larangan speedboat warga Sebatik ke Tawau membuat warga perbatasan Sebatik memilih jalur ilegal unruk memenuhi kebutuhan mereka.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com — Hampir setahun masyarakat Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kesulitan berkunjung ke Tawau, Malaysia. Padahal, hampir 100 persen kebutuhan pokok warga Sebatik sangat bergantung pada negeri jiran tersebut.

Sejak 1 Januari 2013 lalu, Pemerintah Malaysia melarang masuknya alat transportasi speed boat warga Sebatik ke Tawau karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan internasional. Akibat belum adanya armada angkutan laut, warga Sebatik harus transit ke Nunukan bila hendak bepergian ke kota Tawau, Malaysia. Padahal, jarak antara Sebatik dan Tawau hanya 15 menit jika menggunakan speed boat, sementara untuk menuju Nunukan diperlukan waktu hingga dua jam.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan asal Sebatik, Muhammad Saleh, mengatakan, penyelesaian permasalahan larangan masuknya speed boat warga Sebatik ke Tawau membutuhkan keseriusan dari pemerintah pusat.

"Ini masalah antarnegara, salah satu kewenangan absolut pemerintah pusat adalah masalah hubungan luar negeri. Kebijakan pelayanan PLB ke Tawau ini kan lebih ke putusan sepihak Pemerintah Malaysia, otoritas Tawau tidak menerima itu. Kita mau bilang apa? Pemerintah daerah harus segera menangani," jelas Muhammad Saleh.

Tingginya ketergantungan warga perbatasan terhadap kebutuhan pokok ke Malaysia membuat warga perbatasan menempuh jalur ilegal menuju Tawau, Malaysia, ketika menjual hasil kebun mereka. “Pandai-pandai mereka mengantarkan hasil bumi mereka ke Malaysia, apakah melalui perbatasan darat atau segala macam. Saya tidak mau mengatakan apakah legal atau ilegal, tapi seperti itu kenyataannya," katanya.

Dia menilai, akibat lambannya penanganan masalah warga Sebatik, harga diri bangsa bisa terinjak-injak. "Perlu penataan segera pelayanan PLB, Bea dan Cukai, dan instansi terkait agar orang berangkat resmi ke Tawau. Untuk menjaga kehormatan bangsa supaya warga kita di Tawau terhormat dan dilayani dengan baik," jelas Muhammad Saleh.

Anggota DPR RI, Hetifah, juga menyayangkan lambannya penanganan permasalahan warga Sebatik. Rasa penyesalan Hetifah disampaikan kepada Kompas.com melalui media sosial.

"Padahal, masalah ini sangat merugikan pergerakan sosial ekonomi warga. Harga diri juga dilecehkan. Masyarakat Sebatik kecewa, apalagi usulan mereka untuk pembentukan daerah otonomi baru kota Sebatik juga tidak dipenuhi oleh Komisi II DPR RI. Respons terasa lamban karena semua instansi terkait saling menunggu. Jadi siapa yang semestinya bergerak?” tulis Hetifah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.