Kompas.com - 18/12/2013, 06:56 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Vinsensius Saba, saat diperiksa oleh jaksa penyidik, Frengki M Radja terkait penyelewengan dana DAK senilai 47,5 miliar, Selasa (17/12/2013) Kompas.com/Sigiranus Marutho BereKepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Vinsensius Saba, saat diperiksa oleh jaksa penyidik, Frengki M Radja terkait penyelewengan dana DAK senilai 47,5 miliar, Selasa (17/12/2013)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KEFAMENANU, KOMPAS.com — Penyidik Kejaksaan Negeri Kefamenanu memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Vinsensius Saba, Selasa (17/12/2013). Saba diperiksa terkait dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2008 sampai 2011 senilai Rp 47,5 miliar.

Pemeriksaan Saba dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Frengki M Radja. Dimulai pukul 09.15 Wita, pemeriksaan berlangsung sampai pukul 15.30 Wita.

"Hasil pemeriksaan kadis PPO belum ada kesimpulan apa pun. Tadi hanya empat pertanyaan diajukan terkait perkara," kata Frengki yang ditemui seusai pemeriksaan. Dari empat pertanyaan yang diajukan itu pun, ujar dia, Saba tak siap menjawabnya.

"Daripada tidak jelas juga, kami suruh dia pulang. Tadi semua yang kami tanyakan tidak dia jawab," kata Frengki. Padahal, ujar dia, sebelumnya Saba sudah diminta mempersiapkan bahan-bahan yang sekiranya relevan dengan perkara ini.

Frengki mencontohkan, Saba dapat menjawab dengan baik ketika ditanya tugas pokoknya sebagai pengguna anggaran. Namun, kata dia, Saba mengaku tidak tahu ketika ditanya soal anggaran. "Bagaimana kami akan melakukan pemeriksaan kalau anggarannya saja dia tak tahu. Akhirnya, kami panggil bendaharanya, tetapi sama saja tidak bisa menjelaskan," papar dia.

DAK senilai lebih dari Rp 47,5 miliar, sebut Frengki, dialokasikan untuk beragam kegiatan. Di antaranya, sebut dia, pengadaan buku pengayaan, buku referensi, dan buku panduan pendidik, dan alat peraga pada tahun anggaran 2008 untuk 45 sekolah dasar.

Kemudian, pada 2010, dana itu dipakai untuk pengadaan serupa di 34 SD, pengadaan alat pendidikan untuk 11 SMP, dan pembangunan ruang perpustakaan untuk 85 SD. Frengki mengatakan, pemeriksaan kasus ini merupakan tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTT, dengan uji petik di 30 sekolah penerima bantuan.

Dari sekitar 220 paket pekerjaan yang bersumber dana dari DAK, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 174 juta. Kerugian tersebut berasal dari kekurangan pemenuhan volume pekerjaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.