Kuda Pattudu, Ikon Wisata Unggulan Polewali Mandar

Kompas.com - 18/12/2013, 03:58 WIB
Kuda pattuddu atau kuda yang terlatih menari di Polewali Mandar sulawesi barat sukses mencatatakan di di musium rekor Indonesia Selasa (17/12/2013). 271 kuda terlatih dari berbagai peslosok desa di Polewali mandar ikut memeriahkan karnaval tahunan ini untuk memeriahkan HUT polewlai Mandar yang ke 450 KOMPAS.com/ JunaediKuda pattuddu atau kuda yang terlatih menari di Polewali Mandar sulawesi barat sukses mencatatakan di di musium rekor Indonesia Selasa (17/12/2013). 271 kuda terlatih dari berbagai peslosok desa di Polewali mandar ikut memeriahkan karnaval tahunan ini untuk memeriahkan HUT polewlai Mandar yang ke 450
|
EditorPalupi Annisa Auliani
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Pemerintah Polewali Mandar, Sulawesi Barat, bertekad menjadikan kuda pattudu, alias kuda yang dapat menari, sebagai ikon wisata unggulan. Untuk mewujudkannya, festival untuk kuda spesial itu pun rutin digelar. Pada 2013, festival digelar pada Selasa (17/12/2013).

Tak kurang dari 300 kuda penari, sebutan lengkapnya sayyang pattudu, dari berbagai pelosok desa di Polewali Mandar mengikuti festival ini. Festival digelar dalam rangkaian peringatan ulang tahun ke-54 Polewali Mandar, yang berulang tahun pada 29 Desember, sebagai bagian dari Pekan Budaya Polewali Mandar.

Ribuan orang yang mengenakan pakaian adat turut meramaikan pembukaan pekan budaya tersebut. Mereka berkeliling kota bersama kuda-kuda penari, yang sepanjang perjalanan berlenggak-lenggok mengikuti irama rebana dan perintah tuannya. Pawai dimulai di lapangan Pancasila Polewali Mandar dan berakhir di Stadion Salim S Mengga.

Setiap kuda penari ditunggangi gadis cantik, diiringi sekelompok grup rebana dan seorang Pakkalindagdag alias seniman pantun ala Mandar. Setiap kelompok ini butuh biaya sekitar Rp 5 juta untuk lengkap berkumpul.

Karnaval kuda penari ini menarik perhatian tak hanya dari warga setempat dan wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan asing. Sejumlah wisatawan dari Jepang dan Australia selama beberapa tahun terakhir merupakan penonton festival.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X