Tiga Daerah di Jatim Waspada Banjir Kiriman Bengawan Solo

Kompas.com - 17/12/2013, 17:36 WIB
Ilustrasi: Warga Ngablak Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur Selasa (9/4/2013) menerjang banjir Bengawan Solo. Sekitar 3000 warga Bojonegoro sudah mengungsi ke tanggul, balai desa, gedung serbaguna dan rumah saudara. KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi: Warga Ngablak Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur Selasa (9/4/2013) menerjang banjir Bengawan Solo. Sekitar 3000 warga Bojonegoro sudah mengungsi ke tanggul, balai desa, gedung serbaguna dan rumah saudara.
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah daerah di kawasan Pantai Utara, Jawa Timur berpotensi mengalami banjir kiriman dari Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Curah hujan yang tinggi di kawasan hulu menjadi penyebab melubernya air sungai Bengawan Solo ke wilayah hilir seperti Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Laporan yang diterima Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Provinsi Jatim beberapa hari terakhir, Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro beberapa hari ini sudah siaga merah, atau ketinggian airnya mencapai 15.44 meter di atas permukaan laut (mdpl). Itu terjadi pada Minggu (15/12/2013) malam.

"Kekuatan tanggul di Bojonegoro sendiri pada angka 16.50 mdpl, kalau melebihi angka itu, banjir bisa masuk Kota Bojonegoro," kata Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Provinsi Jatim Soenoko, Selasa (17/12/2013).

Jika sudah masuk siaga merah, semua daerah di wilayah hilir seperti Tuban, Lamongan dan Gresik harus waspada. Untungnya, ketinggian air di Sungai bengawan Solo juga naik turun. Hari ini, menurut laporan, turun lagi jadi siaga kuning pada angka 14.97 mdpl.

"Penyebab banjir di Bojonegoro diduga kuat akibat luapan di Kali Madiun dan Kali Kening Tuban. Ini karena hujan lebat dari daerah Gunung Lawu dan menyebabkan anak-anak sungai meluap," tambahnya.

Kata Soenoko, pihaknya mengaku sudah melakukan persiapan kontigensi bencana untuk mengantisipasi meluapnya Sungai Bengawan Solo. Yakni dengan menyiapkan 780 bronjong kawat, 12.000 karung plastik dan memberi peringatan agar tidak membuka 180 pintu air (doorlat) di tanggul-tanggul Bojonegoro.

"Itu masih dibantu perlengkapan di sembilan UPT dengan 4.000 karung plastik berisi pasir, 70 bronjong kawat. Itu belum dari bantuan PT Jasa Tirta dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo," terangnya.

Pihaknya juga menyiapkan beberapa pompa untuk memompa air agar mengurangi genangan air. Di Bojonegoro ada tiga pompa yang berada di Karangpacar, Banjarejo dan Ledok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Balita Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Balita Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X